Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

UJIAN BERAT! Persijap Jepara Kontra PSIM Yogyakarta tanpa Penonton, Ini Kata Caretaker Coach Danang

Abdul Rochim • Selasa, 23 Desember 2025 | 02:31 WIB
Persijap Jepara versus PSIM Jogja.
Persijap Jepara versus PSIM Jogja.

JEPARA - Persijap Jepara akan menjamu PSIM Yogyakarta pada Selasa (23/12) di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Jepara. Kick off dimulai pukul 19.00.

Laga ini menjadi ujian berat bagi Laskar Kalinyamat yang tengah berjuang keluar dari zona bawah klasemen.

Ini sekaligus momentum kebangkitan setelah hasil kurang maksimal dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya.

Caretaker Persijap Jepara, Danang Suryadi, menegaskan PSIM bukan lawan yang bisa dianggap remeh.

Menurutnya, tim asal Yogyakarta itu memiliki kualitas permainan yang solid dan konsisten sepanjang musim.

 “Melawan PSIM tentu bukan pertandingan yang mudah bagi kami, apalagi di laga sebelumnya performa tim (Persijap, red) kurang bagus,” ungkapnya dalam sesi Pre-Match Press Conference (PMPC) pada Senin (22/12).

Menghadapi laga krusial tersebut, Persijap telah memanfaatkan waktu hampir dua pekan terakhir untuk mempersiapkan tim secara menyeluruh.

Fokus latihan meliputi peningkatan fisik, pemantapan teknik, hingga pendalaman taktik dan sistem permainan.

”Kami mempersiapkan yang terbaik agar bisa mengambil poin di pertandingan lawan PSIM. Alhamdulillah, hampir semua pemain siap untuk pertandingan,” imbuhnya.

Danang menjelaskan, jeda kompetisi yang cukup panjang sempat dimanfaatkan pemain untuk beristirahat setelah menjalani jadwal padat.

Persijap bahkan memberikan libur setidaknya 10 hari kepada para pemain, dengan catatan tetap menjalani program latihan individual.

Namun demikian, pelatih pun menyadari adanya potensi penurunan kondisi fisik saat kembali ke lapangan.

”Pada minggu pertama latihan, kami fokus mengembalikan fisik pemain terlebih dahulu. Setelah itu, di minggu kedua kami mulai masuk ke taktik dan sistem permainan yang akan digunakan di pertandingan selanjutnya (lawan PSIM, red),” terang Danang.

Ia berharap dua pekan persiapan tersebut mampu memberikan dampak positif bagi performa tim.

Persijap juga mendapatkan suntikan motivasi dengan hadirnya pelatih baru, Divaldo Alves, yang mulai bergabung jelang pertandingan.

Kehadiran pelatih berpengalaman itu dinilai membawa energi baru di ruang ganti hingga skuad menapaki rumput hijau lapangan.

”Pelatih baru memberikan motivasi dan semangat kepada para pemain. Mudah-mudahan hasil kerja keras selama dua minggu ini bisa membuahkan hasil positif,” tegas Caretaker Danang Suryadi.

Terkait kehadiran Divaldo Alves, Coach Danang optimistis hal tersebut akan memperkuat kekompakan tim.

Menurutnya, kemampuan Divaldo berkomunikasi dalam beberapa bahasa seperti Portugis, Spanyol, Inggris, dan Indonesia akan memudahkan proses membangun chemistry dengan para pemain.

Menjelang laga, Persijap juga menyiapkan antisipasi khusus terhadap kekuatan PSIM.

Danang menilai, timnya tidak boleh melakukan kesalahan fatal, terutama blunder yang berujung gol.

"Mereka (PSIM, red) punya beberapa pemain yang berbahaya. Seperti Ze Valente dan Ezequiel Vidal, yang kerap menciptakan gol dari set pieces (bola mati, red). Secara keseluruhan tim PSIM sangat bagus, kami harus ekstra bekerja keras," terangnya.

Sementara itu dari sisi pemain, Firman menyebut seluruh skuad dalam kondisi siap tempur.

Ia menilai, setelah libur 10 hari, seluruh pemain otomatis harus bekerja lebih keras untuk kembali ke level terbaik.

”Dari defender, midfielder, winger hingga striker, semua harus improve. Persiapan sejauh ini oke dan semoga apa yang kami lakukan membuahkan hasil,” ujarnya.

Firman juga menegaskan tidak ada perbedaan signifikan dalam intensitas latihan, baik saat berada di bawah arahan Mario Lemos (eks Head Coach) sebelumnya maupun Caretaker Danang Suryadi saat ini.

”Intensitas latihan hampir sama. Sebagai pemain, tujuannya, saya berjuang memberikan yang terbaik untuk tim,” katanya.

Saat ini, Persijap berada di peringkat ke-16 klasemen, sementara PSIM Yogyakarta menempati posisi ke-6.

Perbedaan posisi tersebut membuat laga diprediksi berjalan ketat, dengan Persijap dituntut tampil ekstra disiplin dan bekerja keras sepanjang pertandingan.

Apalagi, dalam laga kandang ini harus dijalani Persijap tanpa dukungan langsung supporter di stadion.

Klub dijatuhi sanksi larangan menggelar pertandingan dengan penonton sebanyak satu laga kandang oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI, buntut pelanggaran disiplin pada laga melawan Semen Padang di Stadion GBK, Kamis (20/11) lalu.

Berdasarkan keputusan Komdis PSSI, sanksi tersebut dijatuhkan akibat tindakan anarkis yang dilakukan sebagian supporter.

Ini mulai dari hasutan, perusakan aset stadion, hingga pelanggaran berat berupa masuknya penonton ke area lapangan dan penggunaan kursi tribun sebagai alat lempar.

Kondisi ini membuat Persijap harus bermain dalam suasana stadion kosong saat menghadapi PSIM.

Meski tanpa penonton, Laskar Kalinyamat berharap fokus dan kerja keras seluruh elemen tim mampu menjadi kunci untuk meraih hasil positif.

Laga kontra PSIM diharapkan menjadi titik balik bagi Laskar Kalinyamat untuk bangkit dan memperbaiki posisi di klasemen.

”Situasi sekarang memang berat, tapi kami optimis bersama dengan pelatih baru. Semua punya satu tujuan, untuk memberikan yang terbaik bagi Kota Jepara, masyarakat Jepara,” tandas Firman.(fik/him)

Editor : Abdul Rochim
#laskar kalinyamat #stadion gelora bumi kartini #Divaldo Alves #persijap jepara #psim jogja #Liga Super