Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Persijap Jepara Tepis Rumor Carlos Franca Pindah ke PSIS Semarang, Begini Kata Managemen

Abdul Rochim • Rabu, 10 Desember 2025 | 02:30 WIB

 

ANDALAN: Striker Persijap Charlos Franca saat berlatih di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara baru-baru ini.   
ANDALAN: Striker Persijap Charlos Franca saat berlatih di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara baru-baru ini.  

 

JEPARA – Manajemen Persijap Jepara akhirnya angkat bicara mengenai rumor penyerobotan pemain asing mereka Carlos Henrique França Freires oleh PSIS Semarang.

Sebelumnya, para suporter dihebohkan pada Sabtu (6/12) lalu, saat Datu Nova Fatmawati mengunggah instastory di akun Instagram-nya.

Bersama Fariz Julinar Maurisal, Datu berfoto dengan sang striker Laskar Kalinyamat -julukan Persijap- Carlos Franca serta Douglas Nonato Oliveira Cruz.

Sontak, publik menduga PSIS akan membajak sang top scorer dari Persijap itu.

Media Officer sekaligus Club Marketing Officer Persijap M. Araaf Sidik menjelaskan, kabar tersebut hanya kesalahpahaman yang berawal dari momen kebetulan.

Menurutnya, unggahan Datu Nova Fatmawati pada Sabtu (6/12) lalu itu, memicu spekulasi, bahwa striker Persijap tersebut, tengah dibidik klub tetangga. Namun, Araaf memastikan hal itu tidak benar.

”Pertemuan itu tidak sengaja. França memang pulang ke Semarang. Tidak ada pembahasan transfer atau semacamnya. Ia masih berstatus under contract dengan Persijap,” tegasnya.

Dia menambahkan, Tim Laskar Kalinyamat saat ini, justru membutuhkan tambahan pemain. Bukan melepas pemain berkualitas seperti França.

Performa França sendiri memang sedang menanjak. Selain torehan 6 gol dari 12 pertandingan, pemain berusia 30 tahun itu, mencuri perhatian lewat gol tendangan bebas melengkung yang menembus gawang PSBS Biak saat laga tandang pada Kamis (27/11) lalu.

Kontribusi tersebut, menjadikannya salah satu tumpuan utama lini depan Laskar Kalinyamat.

Di sisi lain, daftar top scorer Super League menunjukkan ketatnya persaingan antarpenyerang. Maxwell memimpin dengan koleksi 10 gol dari 13 laga.

Disusul Dalberto yang juga mencetak 10 gol dari 12 pertandingan. Mariano Peralta menempati posisi tiga dengan 9 gol dari 13 laga. Disusul Uilliam dengan 7 gol dari 12 laga.

Araaf menegaskan, manajemen kini fokus memperkuat skuad memasuki transfer window.

Evaluasi dilakukan menyeluruh dan dipastikan akan ada perubahan komposisi. Baik pemain lokal maupun asing.

”Kami melihat skuad yang sekarang belum cukup mumpuni untuk berlayar di Super League. Pasti ada perubahan atau penambahan pemain,” imbuhnya.

Selain perombakan tim, Persijap juga tengah memburu pelatih baru. Ia menyebut, ada setidaknya tiga kandidat pelatih asing.

Satu di antaranya, sudah pernah menapak di Indonesia. Sementara dua lainnya belum.

”Kami mencari pelatih yang bisa membawa tim keluar dari zona degradasi. Tidak perlu yang mewah. Terpenting tepat dan mampu mengangkat performa tim,” jelasnya.

Persijap sendiri dikejar deadline pendaftaran pelatih hingga 25 Desember mendatang.

Harapannya, pelatih baru sudah bisa segera datang. Sebab, Laskar Kalinyamat akan menjamu PSIM pada Selasa (23/12).

Jika terlambat mendaftarkan pelatih, klub terancam denda Rp 100 juta. Nominal tersebut, dapat bertambah jika keterlambatan berlanjut.

Meski demikian, Araaf menegaskan, pergantian pelatih pada dasarnya tidak terikat jendela transfer, sehingga bisa dilakukan kapan saja.

Saat ini, posisi pelatih masih diisi caretaker Danang Suryadi. Manajemen menargetkan keputusan final segera diambil, agar Persijap dapat menatap laga-laga berikutnya dengan kesiapan lebih matang. (fik/lin)

Editor : Abdul Rochim
#persijap jepara #psis semarang #carlos franca