JEPARA — Manajemen Persijap Jepara akhirnya angkat bicara setelah Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi buntut kericuhan pada laga kontra Semen Padang, Kamis (20/11), di Stadion Gelora Bumi Kartini.
Melalui pernyataan resmi, Persijap mengecam aksi anarkis sebagian suporter yang memicu kekacauan.
Bentuk pelanggaran yang disorot meliputi provokasi, perusakan fasilitas stadion, penonton masuk ke area pertandingan, hingga pelemparan menggunakan kursi tribun.
Baca Juga: Rombak Tim, Persiku Kudus Incar Playmaker Anyar, Siapa?
Baca Juga: Kalah Lagi, Kesalahan Fatal Bikin Persijap Jepara Dihajar 3 – 2 oleh PSBS Biak
Seluruh bukti insiden tersebut menjadi landasan Komdis menjatuhkan hukuman.
Dalam keputusan Komdis yang juga diunggah klub, Persijap dijatuhi larangan menghadirkan penonton pada satu pertandingan kandang terdekat.
Selain itu, klub wajib membayar denda Rp 60 juta.
Dampaknya, potensi pemasukan dari penjualan tiket yang bisa mencapai ratusan juta rupiah dipastikan hilang.
“Klub, tim, dan suporter adalah satu. Cinta pada Persijap harus diwujudkan lewat dukungan positif,” tulis manajemen lewat Instagram.
Persijap menegaskan bakal mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan tindakan destruktif.
Baca Juga: Eduard Tjong jadi Pelatih Sementara Persipa Pati
Proses pendisiplinan internal akan diberlakukan demi menjaga sportivitas, keamanan, dan kenyamanan seluruh pihak.
Di akhir pernyataannya, klub meminta suporter tetap memberikan dukungan kreatif dan tidak merugikan perjalanan tim.
Persijap pun harus menerima kenyataan bahwa laga kandang berikutnya, menghadapi PSIM pada 23 Desember, digelar tanpa penonton. (fik/him)
Editor : Abdul Rochim