KUDUS – Persiku Kudus akhirnya melepas empat pemain lokalnya pada jeda kompetisi putaran kedua Pegadaian Championship.
Persiku juga diterpa rumor, striker asal Brasil Igor Costa diminati klub lain.
Terkait isu diliriknya Igor Costa oleh klub papan atas Pegadaian Championship lain, dipastikan tidak benar.
Baca Juga: Dua Kekalahan Beruntun, Rudi Widodo Resmi Tinggalkan Kursi Pelatih Persipa Pati
Direktur Utama Persiku Amirul Fuad menegaskan, striker asal Brasil itu, masih membela klub kebanggaan masyarakat Kudus.
”Tidak benar (Rumor perpindahan Igor). Dia masih membela Persiku,” jelasnya.
Sejauh ini, pemain bernomor punggung 9 itu, produktif dalam mencetak gol.
Bersama Persiku Igor berhasil mencetak 10 gol dan bersaing menjadi top skorer.
Sejauh ini, posisi pemain yang akan berpotensi dicoret lagi telah terpetakan.
Empat pemain yang dilepas oleh manajemen Persiku itu.
Mereka berposisi di lini tengah, belakang, hingga depan.
”Nanti lawan Deltras Persiku pada 28 Desember akan berjuang dengan sisa pemain,” katanya.
Sebab, bursa transfer pemain baru akan dibuka pada Januari mendatang. Fuad mengaku, pihaknya telah mempunyai beberapa pemain incaran.
Empat pemain yang akan dicoret adalah Arsyad Yusgiantoro (sayap kanan), M. Fahad Abdullah (bek kanan), Jordan Zamorano (gelandang bertahan), dan Angga Wahid (sayap kiri).
Keempat pemain itu, telah tidak berseragam Persiku per kemarin. Manajemen Persiku mengumumkan resmi mengakhiri kerja sama keempat pemain tersebut.
Sebab, mereka dianggap kurang optimal saat tampil bersama Tim Macan Muria -julukan Persiku.
Arsyad Yusgiantoro digadang-gadang bisa memberikan suplai umpan manja kepada striker Persiku Igor Costa.
Namun, selama penampilannya kurang memberikan kontribusi berarti.
Bersama Persiku, Arsyad hanya tampil empat kali. Dia juga baru memberikan satu umpan yang dicetak Igor.
Serta pemain bertinggi badan 172 sentimeter itu, hanya melesakkan tembakan sekali ke gawang lawan.
Saat berlaga, dia juga sempat mendapatkan kartu merah langsung dari wasit. Tangannya tertangkap VAR menyenggol pemain lawan.
Atas tindakannya tersebut, pemain kelahiran Tulungagung, 11 Juli 1996 itu, mengalami hukuman larangan bermain sekitar empat kali.
menyampaikan, pada putaran kedua ini, manajemen melakukan evaluasi ke beberapa pemain.
Mereka yang kurang optimal dan bermain ankonsisten dicoret oleh manajemen.
Fuad menjelaskan, pencoretan empat pemain ini, hasil evaluasi seluruh pemain oleh Direktur Teknis (Dirtek) Persiku Marcos Guillermo Samso.
”Kami mengevaluasi para pemain, agar mereka bisa berkembang di sisa laga putaran kedua nanti,” katanya. (gal/lin)
Editor : Abdul Rochim