PATI – Sebagai Kota Karesidenan sudah seharusnya Pati menjadi daerah yang maju dalam berbagai bidang, termasuk bidang olahraga sepakbola.
Selama ini di kawasan Pati Raya, nama Pati selalu kalah bersinar soal urusan sepakbola dibanding daerah Jepara dengan tim Persijap.
Yang saat ini berkompetisi di BRI Super League kasta tertinggi sepakbola Indonesia, maupun Persiku Kudus yang pernah menjadi peserta Liga Indonesia musim 1994/1995 kasta tertinggi di zaman itu.
Namun ternyata sepakbola di Pati sebenarnya bukan sembarangan. Persipa Pati diketahui sudah eksis di sepakbola nasional sejak masa kolonial Belanda.
Fakta sejarah ini diungkapkan akun instagram pesantenans_pati pada 4 November 2025, dengan sumber – sumber dari pemberitaan dari Het Algemeen Handelsblad van Donderdag, 14 Nov. 1935.
Surat kabar berbahasa Belanda itu melaporkan :
UIT OENGARAN
Liefdadigheids-voetbal
Zondagmiddag zal te Oengaran een liefdadigheids voetbalwedstrijd worden gespeeld tusschen
P.G.C.O. uit Oengaran en de Pati Voetbal Vereeniging.
De opbrengst komt ten bate van de Asib.
Terjemahan
• Dari Ungaran
• Sepak bola amal
• Pada Minggu siang akan diadakan pertandingan sepak bola amal di Ungaran antara P.G.C.O. dari Ungaran dan Pati Voetbal Vereeniging.
• Hasilnya akan disumbangkan untuk Asib.
“Pada tahun 1935 diadakan pertandingan sepakbola amal di Ungaran, antara P.G.C.O dengan Pati voetbal vereeniging atau dalam bahasa Indonesia yang bermakna “Persatuan sepakbola seluruh Pati. Inilah yang melandasi bahwa sesungguhnya Persipa lahir di tahun 1935,” tulis pesantenans_pati
ASIB adalah singkatan dari Algemeen Steunfonds voor Inheemse Behoeftigen (Dana Dukungan Umum untuk Pribumi yang Membutuhkan) pada zaman Belanda.
Yaitu sebuah badan sosial yang didirikan oleh pemerintah kolonial untuk menyalurkan bantuan uang dan dana dari para donor kepada masyarakat pribumi yang miskin dan membutuhkan.
Badan ini didirikan sekitar tahun 1900-an, berkantor pusat di Batavia (sekarang Jakarta), dan memiliki kantor cabang di seluruh Jawa untuk membantu masyarakat. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab