SIDOARJO - Persiku Kudus kembali menelan kekalahan saat dijamu Deltras FC dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026, Minggu (5/10) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.
Tim Macan Muria takluk dengan skor telak 4 – 2 atas tim tuan rumah yang berjuluk The Lobster tersebut.
Sejatinya Sandi Sute dkk bisa mengimbangi permainan tuan rumah, bahkan sempat menyamakan kedudukan 1 – 1, hingga hampir kembali menyamakan kedudukan lagi saat skor menjadi 3 – 2.
Namun kesalahan demi kesalahan di lini bekalang tim Macan Muria, membuat skuad asuhan coach Alfiat ini harus pulang dengan tangan hampa.
Kekalahan ini sekaligus memperpanjang rekor buruk Persiku Kudus yang selalu menelan kekalahan di tiga pertandingan terakhir.
Usai pertandingan pelatih Persiku Kudus Alfiat menyoroti lemahnya lini belakang timnya yang menjadi biang kerok kekalahan di pertandingan malam itu.
Alfiat menilai, ada beberapa kesalahan yang masih dilakukan anak asuhnya di lini pertahanan hingga akhirnya berujung kebobolan.
Atas kekalahan tersebut, Alfiat meminta maaf kepada pendukung Macan Muria karena belum bisa memberikan hasil maksimal.
"Memang, kami di sini krisis center bek. Jadi, pengaruh utama kami, pemain asing (Ivan Maric) belum bisa main, Aldo Caludio belum bisa main,” ungkap Alfiat terkait kondisi timnya.
"Jadi, kami maksimalkan pemain center bek yang lain," kata Alfiat seusai pertandingan.
Beberapa kekeliruan yang sedianya tidak perlu dilakukan di antaranya, gol ketiga Deltras Sidoarjo pada menit ke-74 melalui kaki Neville Mbanwei Tengeg.
Menurut Alfiat, harusnya pemain belakang dan penjaga gawang bisa lebih tenang.
Diketahui saat ini posisi Persiku Kudus di klasemen sementara semakin melorot ke posisi 8 hampir menyentuh posisi zona degradasi.
Persiku dalam tiga pertandingan terkahir selalu menelan kekalahan, sebelum kalah dari Deltras FC, Persiku kalah 2 – 1 atas tuan rumah Persela.
Sebelumnya di laga kandang, Persiku dibantai tamunya PSS Sleman dengan skor 3 – 1. Hasil yang sangat buruk di awal – awal kompetisi. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab