Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Drama 17 Menit Tambahan! Persijap Jepara Hentak Persis Solo di Manahan, Naik ke Papan Atas Liga 1

Alfian Dani • Senin, 15 September 2025 | 04:22 WIB
PANAS: Pemain Persijap Jepara Wahyudi Hamisi tengah memainkan pressing ketat terhadap pemain Persis Solo.(MO JEPARA UNTUK RADAR PATI)
PANAS: Pemain Persijap Jepara Wahyudi Hamisi tengah memainkan pressing ketat terhadap pemain Persis Solo.(MO JEPARA UNTUK RADAR PATI)

SURAKARTA – Malam Sabtu (13/9) di Stadion Manahan Surakarta menjadi saksi salah satu drama paling panas di awal musim BRI Liga 1.

Persijap Jepara, tim yang kerap dipandang sebelah mata karena statusnya sebagai tim promosi, justru tampil menggila.

Di hadapan 10 ribu lebih suporter Persis Solo yang memenuhi tribun, Laskar Kalinyamat tidak gentar.

Mereka menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1 atas tuan rumah Laskar Sambernyawa, lewat gol Rosalvo Cândido Rosa Júnior dan eksekusi penalti heroik Mike Sudi Abdallah di menit 90+13.

Hasil ini langsung mengangkat posisi Persijap ke peringkat 5 klasemen sementara Liga 1.

Sebuah kejutan besar yang semakin menegaskan identitas mereka sebagai kuda hitam baru di sepak bola Indonesia.

Babak Pertama: Tekanan, Gol Dianulir, Emosi Memuncak

Sejak menit awal, atmosfer panas terasa. Persis Solo tampil agresif dengan dukungan penuh suporter Sambernyawa, namun Persijap membalas dengan permainan cepat dan pressing ketat.

Pada menit ke-37, stadion sempat bergemuruh ketika bek Xandro Schenk sukses menceploskan bola ke gawang Persijap.

Namun kegembiraan itu buyar seketika setelah VAR memutuskan Schenk berada dalam posisi offside. Gol dianulir, tensi laga semakin memanas.

Babak pertama berakhir tanpa gol, tetapi hujan protes, adu fisik, dan tiga kartu kuning untuk pemain Persijap menandai bahwa pertandingan tidak akan berjalan biasa-biasa saja.

Babak Kedua: Rosalvo Pecah Kebuntuan, Yamamoto Merusak Permainan

Begitu peluit babak kedua dibunyikan, Persijap langsung tampil lebih agresif. Hanya enam menit berjalan, tepatnya menit ke-51, Rosalvo memecah kebuntuan.

Memanfaatkan kerja sama apik antara Wahyudi Hamisi dan Charlos Franca, bomber asal Brasil itu menuntaskan peluang dengan finishing dingin yang tak mampu dihalau Riyandi. Skor berubah 0-1.

Namun laga benar-benar memanas pada menit ke-73. Kapten Persis, Sho Yamamoto, melakukan pelanggaran keras dan diganjar kartu merah langsung. Dengan 10 pemain, Persis justru menemukan momentum.

Hanya empat menit berselang, Jose Cleylton berhasil menyamakan kedudukan lewat sundulan keras. Skor 1-1 membuat atmosfer Stadion Manahan semakin bergetar.

Drama VAR & Penalti Penentuan

Puncak drama terjadi menjelang akhir laga. VAR menjadi “pemain ke-23” di lapangan.

Beberapa kali pertandingan dihentikan untuk memeriksa pelanggaran, termasuk dugaan cekikan di kotak penalti terhadap Diogo Brito.

Tambahan waktu yang diberikan mencapai 17 menit, sesuatu yang sangat jarang terjadi di Liga 1.

Di menit ke-90+13, Persijap akhirnya mendapat hadiah penalti setelah pemain Persis melakukan pelanggaran keras di kotak terlarang.

Mike Sudi Abdallah, striker pengganti, maju sebagai eksekutor.

Tendangannya sempat terbaca oleh Riyandi, namun bola tetap bersarang ke gawang. Persijap unggul 1-2 dan mempertahankan skor hingga akhir pertandingan.

Reaksi Pelatih & Pemain: Disiplin dan Mental Baja

Pelatih Persijap, Mário Licinio Guerreiro Lemos, mengaku timnya tampil kurang meyakinkan di babak pertama.

Namun masuknya Sudi Abdallah dan gol cepat Rosalvo mengubah arah pertandingan.

“Gol instan Rosalvo membuat Persis goyah. Setelah kartu merah, kami bisa lebih mengontrol pertandingan. Persis tetap tim bagus meski 10 pemain, tapi disiplin pemain kami yang jadi pembeda,” ujar Lemos.

Sementara sang pahlawan penalti, Sudi Abdallah, menekankan kekompakan tim.

“Kualitas individu kami mungkin kalah dari tim besar. Tapi kami punya semangat, daya juang, dan support antarpemain. Itu yang bikin Persijap bisa menang malam ini,” tegasnya.

Lebih dari Sekadar 3 Poin: Persijap Kirim Pesan ke Liga 1

Kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin. Persijap membuktikan diri mampu bersaing di kasta tertinggi.

Dari tim yang semula diragukan, kini mereka mulai dipandang sebagai pesaing serius di papan atas.

Dengan kombinasi pemain asing tajam seperti Rosalvo dan Sudi, dipadukan dengan semangat lokal pemain muda, Persijap perlahan menjelma sebagai simbol kebangkitan sepak bola Jepara.

Stadion Manahan yang biasanya jadi neraka bagi tim tamu, malam itu justru jadi saksi kejutan besar yang bisa jadi titik balik perjalanan Persijap musim ini.(ade)

Editor : Alfian Dani
#liga1 #laskar kalinyamat #persissolo #persijap #SepakBolaIndonesia