JEPARA – Nama Dicky Kurniawan mulai mencuri perhatian publik sepak bola tanah air, khususnya Kota Jepara.
Gelandang muda Persijap Jepara ini menjelma menjadi motor kreatif di lini tengah, dengan akurasi umpan yang tajam dan berkelas.
Meski baru bergabung musim ini, pemain jebolan tim junior Persebaya itu langsung menunjukkan kualitasnya.
Tidak salah menyebut Dicky sebagai rekrutan jitu manajemen dan tim pelatih Persijap Jepara.
Dalam dua laga awal Super League musim 2025/2026, Dicky selalu tampil konsisten dan berperan penting dalam terciptanya gol-gol krusial Laskar Kalinyamat.
Pada pekan pertama melawan PSM Makassar, gol penyelamat Carlos Franca di menit akhir tidak lepas dari umpan cantik Dicky ke dalam kotak penalti.
Bola tersebut diteruskan Rosalvo, sebelum akhirnya diselesaikan Franca menjadi gol yang membawa Persijap terhindar dari kekalahan.
Peran pentingnya berlanjut di pekan kedua saat Persijap mengalahkan juara bertahan Persib Bandung.
Masuk sebagai “super sub”, Dicky kembali menjadi pembeda. Ia menyuguhkan umpan silang akurat kepada striker timnas Burundi, Sudi Abdallah, yang kemudian menuntaskannya menjadi gol.
Pemain berusia 23 tahun ini seakan menjadi jawaban bagi kebuntuan taktik racikan pelatih Mario Lemos.
Meski belum selalu tampil sejak menit awal, keberadaannya di lapangan mampu menghidupkan permainan Persijap.
Gaya bermainnya tenang dan kalem, namun kualitas akurasi umpannya membuat para penyerang Persijap begitu dimanjakan.
Musim lalu, Dicky memperkuat Gresik United di Liga 2. Kini bersama Persijap, ia perlahan menjelma menjadi idola baru publik Jepara. Meski tak banyak disorot media, perannya di sangat besar dalam tim.
Dengan bakat, visi bermain, dan kemampuan mengalirkan bola, Dicky Kurniawan diyakini akan menjadi salah satu gelandang muda yang paling diperhitungkan di Super League musim ini. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab