PATI – Kabar mengejutkan datang dari tim Liga 3 Nusantara Persipa Pati. Joni Kurnianto yang sebelumnya menjabat sebagai CEO klub, mengumumkan pengunduran dirinya.
Sosok pengusaha sukses sekaligus tokoh olahraga kenamaan asli Pati, Saiful Arifin digadang bakal menggantikan posisi Joni Kurnianto.
Joni melepaskan seluruh saham yang dimilikinya di tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Pati tersebut.
Joni menjelaskan bahwa pengunduran dirinya didasarkan pada permintaan dari sebagian suporter Persipa. Setelah berkonsultasi dengan Gede Widiade—pemegang saham mayoritas sebesar 50 persen—Joni memutuskan untuk menghibahkan seluruh sahamnya yang berjumlah 41,8 persen kepada Saiful Arifin.
Adapun sisa saham sebesar 8,2 persen telah dialokasikan sejak awal untuk klub-klub anggota Persipa Pati dan suporter.
“Saya mundur karena diminta oleh suporter. Setelah minta izin Pak Gede, saya alihkan saham saya ke Bapak Saiful Arifin. Beliau bersedia memegang dan mengelola Persipa, dan juga sudah mendapat restu dari Bupati Pati,” jelas Joni.
Ia memastikan seluruh urusan administrasi dan keuangan yang berada di bawah pengelolaannya telah diselesaikan dengan baik.
Diketahui sebelumnya, Joni Kurnianto mulai terlibat dalam kepengurusan Persipa sejak ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua Umum pada Kongres Luar Biasa tahun 2021.
Saat itu, ia diberi mandat untuk membawa tim bertarung di Liga 3 Nasional. Di bawah kepemimpinannya, Persipa sukses menembus Liga 2.
Menyesuaikan regulasi Liga 2, Persipa Pati kemudian berubah status menjadi klub profesional berbadan hukum dan membentuk PT Laskar Saridin Syeh Jangkung.
“Konsekuensinya, seluruh biaya operasional tidak bisa menggunakan APBD. Saya mendanai sendiri dari awal persiapan Liga 2,” ungkap Joni.
Selama dua musim kompetisi Liga 2, yakni 2022–2023 dan 2023–2024, Joni mengaku telah mengeluarkan dana pribadi sekitar Rp10 miliar.
Ia tetap berupaya semaksimal mungkin agar tim bertahan di kasta kedua kompetisi nasional. Dukungan sponsor dan subsidi dari operator Liga Indonesia Baru (LIB) memang ada, namun hanya menutupi sebagian kecil biaya.
Di musim ketiga (2024–2025), Joni mendapat tambahan kekuatan dari tokoh sepak bola nasional, Gede Widiade, yang membeli 50 persen saham klub.
Struktur kepemilikan saat itu terdiri dari Gede Widiade (50 persen), Joni Kurnianto (41,8 persen), dan PS2 & suporter (8,2 persen).
Komposisi tersebut dibuat dengan tujuan agar Persipa tidak bisa dijual keluar daerah dan tetap menjadi kebanggaan warga Pati.
Namun sayangnya, performa Persipa musim ini tidak berhasil memenuhi harapan. Tim harus menerima kenyataan pahit degradasi ke Liga 3 Nusantara untuk musim 2025–2026.
“Kami sudah berjuang sekuat tenaga. Tapi hasilnya belum maksimal. Kami mohon maaf kepada seluruh suporter, pecinta Persipa, dan masyarakat Pati atas kegagalan mempertahankan posisi di Liga 2,” tutur Joni.
Menutup pernyataannya, Joni berharap seluruh elemen bisa bersatu dan saling mendukung demi kebangkitan Persipa Pati.
“Semoga ke depan Persipa bisa kembali ke Liga 2 bahkan lebih tinggi lagi. Aamiin,” pungkasnya. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab