JEPARA - Tidak ada jalan lapang untuk menuju ke pentas Liga 1. Meskipun bermain di kandang sendiri, Persijap Jepara dipastikan akan menemui rintangan terjal.
Persijap Jepara akan menjamu PSPS Pekanbaru dalam pertandingan playoff promosi ke Liga 1.
Hanya ada satu tiket ke Liga 1 untuk pemenang pertandingan yang akan berlangsung pada (25/2) pukul 19.00 tersebut di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara.
Jauh sebelum pertandingan esok hari, kedua tim pernah berjumpa pada era ISL.
Pertemuan terakhir Persijap berhasil mengalahkan PSPS dengan skor 1 – 0 pada ISL di Stadion GBK tepatnya (26/3/2011), sebelumnya Persijap tumbang di kandang PSPS dengan skor 5 – 0.
Meskipun berstatus tuan rumah di laga playoff nanti, Persijap tidak boleh jumawa. Tidak ada yang menggaransi setiap tuan rumah akan menang bila bermain di laga kandang.
Musim ini banyak tim tamu yang berhasil meraih kemenangan di kandang lawannya, sekalipun didukung ribuan suporternya.
Tim Askar Bertuah, julukan PSPS, memiliki persiapan yang cukup baik di Liga 2 musim ini.
Tidak heran jika anak asuh coach Aji Santoso ini bisa tembus hingga ke babak semifinal.
PSPS datang ke Kota Ukir dengan semangat yang berlipat, manajemen melalui owner tim Gede Widiade telah menjanjikan bonus fantastis sebanyak Rp 2 miliar jika bisa lolos ke Liga 1.
Satu motivasi tersendiri yang akan membuat para pemain PSPS tampil menggila di GBK, meskipun di bawah tekanan ribuan penonton tuan rumah.
Coach Aji Santoso pun punya spirit kuat untuk membawa timnya kembali ke pentas kasta teratas di Liga Indonesia.
“Kepada suporter saya berjanji akan berjuang sekuat tenaga saya, pada tanggal 25 Februari nanti pertandingan yang menentukan, hidup atau mati,” ucap Aji Santoso dalam sebuah video di Instagram PSPS fans.
“Saya bersama pengurus bersama pemain-pemain saya sudah bersama 6 – 7 bulan meninggalkan anak istri tercinta demi mewujudkan cita-cita kota ini. Sekali lagi teman-teman saya berjanji kalau kita menang, kita menang terhormat kalau kalah, kita kalah pun terhormat,” imbuhnya.
Tim PSPS nampaknya tidak akan memedulikan teror penonton tuan rumah, perebutan juara 3 mau dimanapun bertanding dan siapapun lawannya, para pemain diminta untuk bertarung habis-habisan untuk membawa Askar Bertuah promosi ke Liga 1.
PSPS merupakan salah satu tim yang punya mental bertanding cukup baik di kandang lawan.
Di babak 8 besar anak asuh Aji Santoso berhasil memecundangi Persiraja Banda Aceh di kandangnya dengan skor 0 – 2.
Mental Laskar Kalinyamat
Ini tentu alarm bahaya bagi Persijap Jepara. Pertandingan playoff promosi ke Liga 1 ini akan lebih ketat dari perebutan juara Liga 2.
Persijap Jepara terbilang memiliki catatan positif saat bermain di kandang, memang tidak sempurna.
Tapi di babak 8 besar Persijap tak terkalahkan di laga kandang. Sekali menang dan tiga kali seri.
Di sisi lain Persijap menatap pertandingan playoff ini dengan rasa optimisme tinggi. Performa Laskar Kalinyamat sendiri terbilang terus menanjak khususnya di babak 8 besar.
Bak mesin disel yang semakin lama semakin panas. Semakin kencang semakin beringas.
Mengawali pertandingan dengan dibantai tuan rumah Bhayangkar FC dengan skor 4 – 0, namun di pertandingan terakhir berhasil menumbangkan tuan rumah Persela Lamongan dengan skor 0 – 1 sekaligus memastikan tiket ke playoff promosi Liga 1.
Drama dan ketegangan di pertandingan terakhir itu menjadikan Rosalvo dkk semakin kuat mentalnya.
Persijap Jepara sendiri menjadi tim yang tidak diperhitungkan untuk promosi ke Liga 1.
Namun Laskar Kalinyamat adalah tim dengan mental menolak tunduk dan menolak kalah.
Sebuah spirit masa lalu kota ini yang pernah besar dan berjaya di Nusantara.
Optimisme dan rasa kepercayaan diri yang tinggi untuk memenangi pertandingan krusial ini patut terpatri dalam lubuk hati para pemain.
Karena sudah melangkah sejauh ini, kepalang basah. Waktunya mendobrak ketidakmungkinan dan membuktikan bola itu bundar.
Tidak ada prediksi di atas kertas karena pembuktian adalah di atas lapangan. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab