Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Persipa Pati Terdegradasi Ke Liga 3, Kalah 0-1 dari Persikas Subang, Petualangan di Liga 2 2024/2025 Resmi Tamat

Achmad Ulil Albab • Sabtu, 22 Februari 2025 | 03:04 WIB

Persipa Pati harus menerima kekalahan atas Persikas Subang dengan skor 0 – 1 di Stadion Joyokusumo pada (21/2) sekaligus memastikan terdegradasi ke Liga 3 musim depan.
Persipa Pati harus menerima kekalahan atas Persikas Subang dengan skor 0 – 1 di Stadion Joyokusumo pada (21/2) sekaligus memastikan terdegradasi ke Liga 3 musim depan.


PATI, RadarPati.id – Perjalanan Persipa Pati di Liga 2 akhirnya mencapai titik akhir.

Tim yang menjadi kebanggaan warga Pati ini harus menelan kenyataan pahit setelah beberapa musim berjuang mempertahankan eksistensinya di kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia.

Tim berjuluk Laskar Saridin ini hanya mampu bertahan selama tiga musim saja, sebelum akhirnya kembali terdegradasi ke Liga 3.

Perjalanan mereka penuh lika-liku, dengan berbagai tantangan yang harus dihadapi sepanjang kompetisi.

Sejak kali pertama berlaga di Liga 2 pada musim 2022/2023, Persipa Pati telah mencatat berbagai momen penting yang akan selalu diingat oleh para pendukungnya.

Kekalahan 0-1 atas tamunya Persikas Subang pada laga (21/1) semakin membenamkan Laskar Saridin ke Liga 3 musim depan.

Hasil ini menutup harapan mereka untuk bertahan di Liga 2, meskipun sebelumnya masih ada secercah asa jika hasil pertandingan lain menguntungkan mereka.

Kekalahan ini semakin menambah luka bagi Persipa Pati dan para pendukungnya.

Degradasi terasa menyakitkan setelah perjuangan panjang mereka dalam mempertahankan eksistensi di Liga 2.

Kembali ke Liga 3 tentu menjadi pukulan besar bagi tim dan juga seluruh elemen yang terlibat di dalamnya.

Namun, kemenangan pun akan tetap sia-sia bagi Persipa Pati, karena di pertandingan lain Persipura Jayapura berhasil mengalahkan tamunya Rans Nusantara FC dengan skor telak 8-0.

Hasil ini memastikan Persipa Pati tidak memiliki peluang lagi untuk bertahan, sekalipun mereka berhasil memenangkan laga terakhir.

Baca Juga: Meski Diintruksi agar Tak Ikut Retret Kada, Kader PDI Perjuangan juga Bupati Grobogan Setyohadi Tetap Berangkat ke Akmil Magelang

 

Kekecewaan nampak jelas dari raut muka para pemain usai peluit panjang ditiup wasit.

Mereka seakan tak percaya bahwa perjalanan di Liga 2 harus berakhir dengan cara seperti ini.

Para pemain pun hanya bisa tertunduk lesu menerima kenyataan yang menyakitkan.

Beberapa pemain terlihat cukup emosional dan tidak kuasa menahan kekecewaan yang begitu mendalam karena tidak bisa menyelamatkan timnya dari jurang degradasi.

Mereka menyadari bahwa kegagalan ini bukan hanya berdampak pada tim, tetapi juga pada para pendukung setia yang selalu menemani mereka di setiap pertandingan.

Beberapa pemain seperti Murdaim dan Rifai Marsi bahkan sampai menangis saat menuju ruang ganti pemain.

Air mata mereka mencerminkan kesedihan yang mendalam karena gagal mempertahankan posisi tim di Liga 2.

Di pertandingan terakhirnya di kandang, Persipa Pati tampil buruk.

Permainan mereka tidak berkembang seperti yang diharapkan, seolah kehilangan ritme dan kepercayaan diri setelah serangkaian hasil negatif sebelumnya.

Satu peluang emas dari Silvio Escobar di dalam kotak penalti juga luput, padahal ia sudah mendapatkan bola dan hanya tinggal berhadapan dengan kiper Persikas Subang.

Sayangnya, sepakan yang terlalu lemah membuat bola dengan mudah diamankan oleh kiper lawan.

Kesempatan yang seharusnya menjadi titik balik pun sirna begitu saja.

Karteker Pelatih Kepala Persipa Pati, Sasi Kirono, tidak dapat banyak berkomentar atas hasil pertandingan tersebut.

Ia tampak kecewa dengan performa tim dan sulit untuk menyembunyikan perasaan sedihnya.

“Saya mohon maaf, karena (Persipa) dipastikan terdegradasi. Saya tidak bisa berkomentar banyak,” ungkap Sasi Kirono.

Lebih lanjut, Sasi Kirono menilai bahwa hasil buruk ini merupakan tanggung jawab semua pihak, bukan hanya pemain atau pelatih saja.

Menurutnya, ada banyak faktor yang berkontribusi terhadap hasil ini, dan tidak bisa menyalahkan satu individu saja.

“Mohon maaf karena sangat mengecewakan. Mudah-mudahan suporter tetap mendukung tim ini, di Liga 3 nanti cepat naik lagi dengan dukungan dari suporter,” lanjutnya.

Sementara itu, di luar stadion, puluhan suporter Persipa Pati menghadang pintu keluar.

Mereka ingin meminta pertanggungjawaban dari tim atas hasil buruk yang membuat klub kesayangan mereka terdegradasi.

Mereka meminta penjelasan dari pemain dan manajemen atas hasil buruk yang membuat Persipa Pati terdegradasi.

Kekecewaan suporter sangat wajar, mengingat mereka telah memberikan dukungan penuh sepanjang musim, meskipun hasil yang didapat jauh dari harapan.

Kini, Persipa Pati harus menata kembali langkah mereka untuk bisa bangkit di Liga 3 musim depan.

Perjalanan kembali ke Liga 2 tentu tidak akan mudah, tetapi dengan kerja keras, dukungan suporter, dan evaluasi menyeluruh, harapan untuk kembali bersinar masih tetap ada. (aua/amr)

Editor : Syaiful Amri
#Persipa Pati #akhir #kalah #Persikas Subang #perjalanan #liga 2 #Degradasi Liga 3 #degradasi