KUDUS – Pelatih Persiku Bonggo Pribadi terus mengevaluasi skuadnya untuk menghadapi babak play off degradasi.
Pada pertandingan melawan Persikas Subang, striker asing Richard Gadze masih belum menemukan chemistry dengan pemain lainnya.
Richard Gadze diturunkan 90 menit di laga kandang terakhir pada putaran kedua Liga 2. Opsi striker di bangku cadangan, Chandra Waskito hingga M. Rafli tidak menggantikan kontribusi Richard di atas lapangan.
Cukup diapresiasi, penampilan Richard dan mendapat pujian dari suporter. Walaupun striker asal Ghana tersebut tidak mencetak gol.
Namun permainannya, begitu ngotot dan merepotkan pertahanan lawan. Ia mampu mempertahankan bola dengan baik dan memberikan umpan kepada rekannya secara akurat.
Selain itu, pergerakan tanpa bola Richard Gadze juga kerap berbahaya. Dia mampu mencari ruang kosong untuk menceploskan bola.
Peluang emas diraihnya ketika memperoleh umpat cut back dari Zola Anggoro. Namun Richard telat beberapa detik untuk menyambar umpan tersebut.
Menanggapi penampilan Richard, Pelatih Persiku, Bonggo Pribadi memaklumi kondisi striker asal Ghana tersebut. Ia baru bergabung dengan tim pada akhir Desember lalu.
Dia menyebut, hadirnya Richard masih membantu kondisi tim Persiku dalam penyerangan.
Mungkin Richard tak beruntung pada pertandingan pertamanya. Bonggo yakin Richard mampu mencetak gol di pertandingan berikutnya.
”Richard masih miss dan belum terbentuk chemistrynya karena baru satu Minggu bergabung,” katanya.
Di sisi lain, sanjungan diberikan kepada Richard dari Ketua Suporter Macan Muria (SMM) Andi Musthofa. Kehadiran pemain Ghana tersebut menjadi pembeda sebelum striker Ronny Maza.
Andi menilai, Richard mampu mempertahankan bola dengan baik. Serta tak mudah dalam kehilangan bola.
”Cukup baik penampilannya, namun perlu ditunggu di laga selanjutnya untuk mecetak gol,” katanya.
Diketahui, sosok Richard Gadze menjadi perbincangan. Rekrutan anyar Persiku ini diharapkan mampu menjadi mesin gol nanti di babak play off degradasi.
Sebelum bermain di Indonesia, Richard bermain di Liga 1 Buthan. Richard membela klub Paro FC.
Menurut informasi dari transfer market, harga Richard di pasaran mencapai Rp 3,91 miliar. Dia memiliki kelebihan bisa bermain di penyerang sayap maupun target man.
Saat membela Paro FC, pemain asal Ghana tersebut tampil gemilang. Ia menjadi top skor Liga Bhutan. Richard menorehkan 27 gol bersama Paro FC. Bahkan ia berhasil membawa klubnya juara. (gal/him)