KOTA, RADARPATI.ID - Penjualan tiket yang dijatahkan kepada Suporter Macan Muria (SMM) di setiap laga Persiku selalu habis terjual.
Keuntungan dari hasil penjualan tiket tersebut diperuntukan sepenuhnya kepada tim.
Ketua SMM Kudus, Andi Mustofa mengatakan pihaknya dijatah tiket untuk tribun utara dan timur.
Total alokasi tiket yang diberikan Panpel kepada suporter ada sebanyak 2.300.
Setiap laga tiket tersebut habis terjual.
Untuk satu tiket di tribun utara maupun timur dibandrol dengan harga Rp 35 ribu.
Jika seluruh tiket terjual hasil penjualannya mencapai Rp 80.500.000.
Andi menambahkan, hasil keuntungan penjualan tiket sepenuhnya bukan untuk suporter.
Hasil penjualan tiket ini untuk membiayai tim atau pemain.
”Keuntungan selebihnya untuk operasional tim, karena ini adalah bentuk dukungan dari suporter. Serta dana dari sponsor diketahui turunnya setelah kompetisi selesai,” imbuh Andi.
Ia juga tengah mengusulkan kepada Panpel untuk memperoleh jatah tiket.
Hal ini melihat antusias masyarakat Kudus yang ingin menyaksikan Persiku berlaga di Liga 2.
Alokasi penambahan tiket diharapkan ditambah lagi sebanyak 2.300.
Penambahan ini penonton ini bisa ditempatkan di tribun timur maupun utara.
Andi memahami akan adanya regulasi pengurangan penonton sebanyak 25 persen dari kapasitas stadion.
Sebetulnya Stadion Wergu Wetan daya tampungnya mencapai 8 ribu-an.
Dari pembatasan kapasitas stadion tersebut, setiap laga kandang, tiket dicetak sebanyak 6 ribu-an.
”25 persennya di tribun utara di pindahkan ke tribun timur,” katanya.
Sementara terkait, sepinya tribun timur sering terjadi.
Hal ini dikarenakan adanya pembatasan.
Serta kekuatan bangunan tribun timur terbilang belum kokoh.
”Di tribun timur memang sepi, karena ada pembatasan. Bangunannya kan dulu dibuat dari batoko,” katanya.
Baca Juga: Sekalipun Pasif, Bawaslu Blora Imbau ASN Tidak Hadiri Kampanye Paslon
Secara inisiatif, dalam pembelian tiket khusus laga derbi Muria memang diberlakukan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli Kudus.
Hal tersebut untuk mengurangi gesekan antar pendukung dan menjaga kondusifitas di stadion.
”Jadi ini inisatif kami, agar tidak terjadi gesekan antar suporter. Selebihnya jika tidak laga derbi kami perbolehkan,” ungkapnya.
Andi berharap, antusias yang membucah ini diharapkan terus terjaga.
Aliran dukungan kepada Persiku terus belanjut.
Bagi tim Persiku juga diharapkan bermain ngotot dan wajib memetik poin penuh di tengah kehadiran suporter yang memadati stadion.
Andi juga mengapresiasi kemenangan perdana Persiku melawan Persekat Tegal.
Diharapkan, kemenangan itu berlanjut di laga Derbi Muria melawan Persipa Pati di Stadion Joyokusomo Rabu (2/10) mendatang. (gal)
Editor : Abdul Rochim