RADARPATI.ID - PELATIH senior nasional Bambang Nurdiansyah kini melatih klub Liga 2 Persipa Pati.
Debut sebagai pelatih Persipa diawali Banur, sapaan akrabnya, pada Sabtu (31/8) sore lalu di Stadion Joyokusumo.
Laskar Saridin di bawah komandonya berhasil menahan imbang 2-2 tim Liga 1 PSIS Semarang.
Klub berjuluk Mahesa Jenar itu juga pernah dibelanya. Pada akhir pertandingan Banur menekankan pada para pemain untuk meningkatkan kondisi fisik.
Banur Sebagai Pemain
Bambang Nurdiansyah, lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 28 Desember 1958, adalah seorang pelatih dan mantan pemain sepak bola legendaris Indonesia.
Sebagai pemain, ia memulai kariernya bersama Arseto Solo pada 1978-1982, kemudian beralih ke Tunas Inti (1982-1983) dan Yanita Utama (1983-1985).
Ia juga bermain untuk Pelita Jaya dan memperkuat Timnas Indonesia selama 11 tahun (1980-1991).
Di era Galatama, Bambang memperkuat klub Mercu Buana dan Krama Yudha Tiga Berlian, di mana ia meraih dua gelar juara Galatama serta mencatatkan hattrick sebagai pencetak gol terbanyak.
Musim tersuksesnya adalah tahun 1984, saat ia mencetak 13 gol di liga.
Banur sebagai Pelatih
Baca Juga: Daftar Lengkap Skuad Persipa Pati di Liga 2 Musim 2024/2025
Dalam karier kepelatihannya, Bambang pernah menukangi Arema Malang di Liga Super Indonesia pada 2008, namun mundur setelah empat pertandingan karena tekanan suporter.
Ia melanjutkan musim 2008/2009 dengan melatih PSIS Semarang.
Sebelumnya, Bambang juga pernah melatih Pelita Krakatau Steel pada 2006
Kemudian, ia berhasil membawa PSIS Semarang meraih berbagai prestasi, termasuk Juara III dan Juara II di kompetisi Liga Indonesia dan PEBY.
Selain itu, Banur pernah melatih Persita Tangerang.
Pada 2005, Bambang sempat ditunjuk PSSI sebagai pelatih sementara Timnas Indonesia untuk laga melawan Afrika Selatan.
Ia juga pernah menjadi pelatih tim nasional sepak bola putri di SEA Games 2011.
Pada musim 2011-2012, ia melatih Persiram Raja Ampat yang berlaga di Liga Super Indonesia.
Atas kontribusinya dalam sepak bola Indonesia, Bambang dianugerahi gelar sebagai salah satu dari 22 legenda sepak bola Indonesia pada final Piala Indonesia 2007.
Kritik Naturalisasi
Dalam dinamika sepakbola tanah air, Banur mengkritik keras kebijakan PSSI yang masih bergantung pada program naturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Menurutnya, Timnas Indonesia sebenarnya mampu meraih prestasi gemilang, seperti medali emas di SEA Games 2023, tanpa memerlukan pemain naturalisasi.
Banur, sapaan akrabnya, menekankan bahwa prestasi tersebut diraih tanpa kehadiran pemain naturalisasi, namun dalam FIFA Matchday kali ini, PSSI lebih banyak mengandalkan pemain hasil naturalisasi.
"Saya pribadi kurang setuju dengan program naturalisasi. SEA Games 2023, kita juara tanpa pemain naturalisasi.
Artinya, program ini sudah berjalan, ya biarkan saja, tapi jangan terus menerus mengandalkan naturalisasi," kata Banur dalam program *Kick Off* di Okezone.
Lebih lanjut, Banur menekankan pentingnya pengembangan pemain usia muda melalui pembinaan yang berkelanjutan, baik di level usia dini maupun kompetisi seperti Liga 1 dan Liga 2.
Menurutnya, langkah ini lebih efektif dalam menghasilkan pemain berkualitas untuk masa depan ketimbang terus mengandalkan naturalisasi.
Sebagai sosok legendaris dalam sepak bola Indonesia, Banur memiliki rekam jejak cemerlang, baik sebagai pemain maupun pelatih.
Dia dikenal sebagai mesin gol di era Galatama dan merupakan pemain pertama yang meraih hattrick sebagai pencetak gol terbanyak.
Selain itu, Banur juga berjasa membawa Timnas Indonesia meraih medali emas di SEA Games 1991.
Dalam karier kepelatihannya, Banur telah melatih berbagai klub besar Indonesia, termasuk PSIS Semarang, Persija Jakarta, hingga klub saat ini, Persipal Palu.(*)
Editor : Abdul Rochim