Pabrik Tas di Rembang Terbakar, Karyawan Berhamburan Keluar Gedung

Abdul Rochim • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 06:40 WIB
PANIK: Sejumlah karyawan berlarian setelah asap muncul asap dari gudang, Jumat sore (2/10).
PANIK: Sejumlah karyawan berlarian setelah asap muncul asap dari gudang, Jumat sore (2/10).

 

RADARPATI.JAWAPOS.COM, REMBANG – Kebakaran terjadi di sebuah pabrik tas yang berada di Jalan Nasional Rembang-Lasem, Desa Pasarbanggi, Kecamatan Rembang, Jumat (2/10) sore.

Insiden tersebut sempat membuat para karyawan panik. Mereka bergegas meninggalkan gedung setelah api diketahui membakar bagian dalam pabrik.

Kepanikan para pekerja terekam dalam video yang kemudian beredar. Dalam rekaman itu, sejumlah karyawan terdengar berteriak sambil berusaha keluar dari area pabrik.

“Kobongan, kobongan! Panas banget iki!” teriak salah seorang karyawan.

Karyawan lainnya juga terdengar menanyakan kondisi sepeda motor yang terparkir di dalam area pabrik.

“Heh, motore aman ora? Iku motore sapa?” sahut suara lain.

Kebakaran tersebut dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 15.33 WIB.

Petugas kemudian bergerak menuju lokasi dengan membawa satu unit mobil pemadam berukuran besar serta satu tangki suplai air.

Sekretaris BPBD Rembang M. Luthfi Hakim mengatakan, sebelum petugas datang, pihak pabrik sempat berupaya mengatasi kobaran api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

Namun, upaya tersebut tidak cukup untuk mengendalikan api.

“Sudah dibantu APAR pabrik, tapi tidak memadai. Lalu mereka menghubungi kami,” ujar Luthfi.

Petugas kemudian melakukan proses pemadaman hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 17.00 WIB.

Setelah kondisi dinyatakan aman, petugas meninggalkan lokasi.

Saat petugas berada di lokasi, kondisi depan pabrik terlihat relatif sepi.

Pintu utama gedung dalam keadaan tertutup, sementara sejumlah personel Polres Rembang berjaga di sekitar area.

Luthfi mengatakan, hingga proses pemadaman selesai, pihaknya belum dapat memastikan material yang terbakar.

Penyebab munculnya api juga masih belum diketahui.

Begitu pula dengan total kerugian akibat kebakaran. BPBD masih menunggu pendataan lebih lanjut dari pihak terkait.

Selain itu, proses pemadaman juga sempat menghadapi persoalan ketersediaan air.

Mobil tangki Damkar sebelumnya digunakan untuk menangani kebakaran di TPA Landoh, Kecamatan Sulang.

“Baru terisi separuh dari kapasitas 40.000 liter di pos induk,” jelas Luthfi.

Tidak ada keterangan mengenai adanya korban dalam kejadian tersebut.

Sementara penyebab kebakaran dan besaran kerugian masih dalam penanganan serta pendataan lebih lanjut. (*)

Editor : Abdul Rochim
Pasarbanggi Rembang kebakaran Rembang pabrik tas terbakar Rembang Damkar Rembang BPBD Rembang