REMBANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Rembang melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) menyusul laporan keluhan diare dan sakit perut pada siswa serta guru SMAN 1 Rembang.
Sampel makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah diambil dan dikirim ke Balabkesprov Jawa Tengah untuk pemeriksaan laboratorium.
Kepala Dinkes Rembang dr. Ali Syofi’i mengatakan, pihaknya bersama Puskesmas Rembang 1 langsung mendatangi sekolah setelah menerima informasi adanya keluhan kesehatan.
Kunjungan dilakukan Jumat (25/9) sekitar pukul 14.30. Dari hasil pemeriksaan awal, sejumlah siswa dan guru mengeluhkan nyeri perut serta mual yang diduga berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi sehari sebelumnya.
”Kami bertemu pihak sekolah dan mendapat informasi bahwa ada beberapa siswa dan guru yang sakit perut berupa nyeri perut dan mual diduga akibat MBG yang dikonsumsi pada hari Kamis (24/9),” kata Ali kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Berdasarkan informasi dari kepala sekolah, terdapat 107 siswa dan delapan guru yang mengalami keluhan. Sebagian siswa mendapat penanganan sederhana melalui UKS dan tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar hingga selesai.
Tidak ada siswa maupun guru terdampak yang mengakses layanan kesehatan di puskesmas terdekat. Dinkes menilai keluhan yang dialami relatif ringan.
”Sehingga dapat disimpulkan bahwa kasus sakitnya cukup ringan,” terangnya.
Pemantauan kemudian dilakukan terhadap siswa dan guru yang mengalami keluhan. Pada Sabtu (26/9) pagi, masih terdapat tujuh siswa yang mengeluhkan sakit perut. Jumlah tersebut berkurang menjadi satu siswa pada evaluasi Sabtu malam.
Pada hari yang sama sekitar pukul 17.30, Dinkes mendapat informasi adanya satu siswa yang menjalani rawat inap di RSUD dr. Soetrasno Rembang karena diare. Namun, hasil penelusuran menunjukkan siswa tersebut telah mengalami diare sejak sepekan sebelumnya.
”Hari ini siswa tersebut kondisinya sudah membaik,” imbuh Ali.
Dinkes selanjutnya melakukan PE dengan mendatangi sejumlah pihak yang berkaitan dengan kasus tersebut. Pemeriksaan meliputi sekolah, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), puskesmas, hingga rumah sakit.
Selain menggali informasi epidemiologis, tim juga mengambil sampel makanan yang kemudian dikirimkan ke Balabkesprov Jateng untuk pemeriksaan laboratorium.
”Saat ini kami sedang melakukan proses analisis dan evaluasi terhadap SPPG terkait, namun kesimpulan finalnya menunggu keluarnya hasil lab dari Balabkesprov,” pungkasnya. (noe)
Editor : Abdul Rochim