Distribusi MBG SMAN 1 Rembang Dihentikan, Sekolah Tunggu Hasil Lab

Abdul Rochim • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 19:25 WIB
TURUN LANGSUNG: Kepala Dinkes Rembang, dr Ali Syofi’I mendatangi sekolahan. (DINKES RBG UNTUK RADAR PATI)
TURUN LANGSUNG: Kepala Dinkes Rembang, dr Ali Syofi’I mendatangi sekolahan. (DINKES RBG UNTUK RADAR PATI)

REMBANG – Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Rembang dihentikan sementara mulai Senin (28/9).

Kebijakan tersebut diambil setelah sebelumnya sejumlah siswa dan guru mengalami keluhan kesehatan.

Satu siswa SMAN 1 Rembang juga dikabarkan masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sebelumnya, siswa tersebut mengalami keluhan diare dan mual yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG.

Kepala SMAN 1 Rembang Endang Sri Lestari mengatakan, pihak sekolah melakukan pendataan terhadap siswa yang tidak masuk sekolah.

Baca Juga: Puluhan Siswa SMAN 1 Rembang Diare, Video Matoa Berbelatung Ikut Viral

Berdasarkan data guru Bimbingan Konseling (BK), terdapat lebih dari 60 siswa yang tidak hadir dengan berbagai alasan.

Namun, tidak seluruh ketidakhadiran disebabkan sakit. Sebagian siswa tercatat izin karena kepentingan keluarga maupun kondisi kesehatan lain.

"Untuk anak-anak yang absen hari ini ada yang sakit panas, ada yang izin kepentingan keluarga, ada yang sakit keseleo. Data ini langsung dari guru BK njih," kata Endang kepada Jawa Pos Radar Kudus, Senin (28/9).

Dari pendataan tersebut, pihak sekolah mencatat hanya dua siswa yang disebut mengalami dampak yang diduga berkaitan dengan MBG.

Sekolah juga telah menerima kunjungan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Puskesmas Rembang.

Petugas kesehatan melakukan klarifikasi terkait jumlah siswa yang terdampak serta meminta data siswa untuk kebutuhan uji laboratorium.

"Tidak ada pemeriksaan anak. Hanya klarifikasi yang terdampak dan data anak untuk digunakan uji lab," terangnya.

Distribusi MBG Sementara Dihentikan

Dalam pertemuan dengan petugas kesehatan, pihak sekolah juga menyampaikan kondisi distribusi MBG di SMAN 1 Rembang.

Setelah muncul keluhan kesehatan, distribusi MBG untuk sementara dihentikan. Sekolah memilih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebelum kembali menerima makanan MBG.

"Pasca ada peristiwa tersebut sementara off. Dihentikan dahulu sampai situasi benar-benar stabil," jelas Endang.

Pihak sekolah juga masih menunggu hasil uji laboratorium untuk mengetahui lebih lanjut kondisi yang terjadi. Jika distribusi MBG kembali dilanjutkan, sekolah menyebut akan ada nota kesepahaman atau MoU.

"Ketika distribusi dilanjut nanti akan ada MoU. Karena hingga saat ini belum tahu persis. Sehingga pihak SMAN 1 Rembang tidak bisa menjelaskan secara mendetail," katanya.

Sebelumnya, pada Jumat, sebanyak 105 siswa dan delapan guru dilaporkan mengalami keluhan diare dan mual. Pihak sekolah belum mengetahui secara pasti penyebab keluhan tersebut.

Salah satu siswa kelas XI sempat beristirahat di ruang UKS karena merasa mual. Kepada pihak sekolah, siswa tersebut mengaku sebelumnya telah mengalami gejala diare yang sudah berhenti pada Kamis.

Keluhan kemudian disebut kambuh setelah mengonsumsi makanan pedas.

Pada Kamis, siswa penerima manfaat di SMAN 1 Rembang mendapatkan menu MBG berupa nasi, bakwan jagung, dan pentol bumbu Bali.

Meski terdapat siswa yang tidak masuk maupun mengalami keluhan kesehatan, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tetap berjalan normal.

Siswa kelas X masih mengikuti kegiatan ekstrakurikuler hingga pukul 16.00. Sementara kelas XII mengikuti tambahan jam pelajaran untuk persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA), sedangkan siswa kelas XI langsung pulang. (noe)

 

Editor : Abdul Rochim
siswa sakit MBG MBG SMAN 1 Rembang hasil lab MBG distribusi MBG dihentikan MBG REMBANG