Puluhan Siswa SMAN 1 Rembang Diare, Video Matoa Berbelatung Ikut Viral

Abdul Rochim • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 07:10 WIB
Ilustasi sakit perut karena keracunan MBG di SMANSA 1 Rembang.
Ilustasi sakit perut karena keracunan MBG di SMANSA 1 Rembang.

REMBANG – Keluhan gangguan pencernaan dialami puluhan siswa dan sejumlah guru SMAN 1 Rembang.

Hampir 70 siswa dilaporkan mengalami diare pada Kamis malam hingga Jumat pagi, 25 September 2026.

Kondisi tersebut terjadi setelah para siswa menerima menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, pihak sekolah belum memastikan apakah keluhan kesehatan itu berkaitan langsung dengan makanan yang disediakan dalam program tersebut.

Baca Juga: Cuti Berakhir, Undangan Pelantikan Muncul, Mutasi Sekda Rembang Makin Dekat

Humas SMAN 1 Rembang, Rifal, mengatakan keluhan memang cukup banyak, tetapi tidak terjadi secara serentak pada seluruh siswa.

“Sebenarnya tidak berjamaah. Banyak memang, tapi tidak seluruhnya. Tidak seperti di SMPN 5 dan SMAN 1 Lasem yang sampai toilet penuh,” ujar Rifal.

Menurutnya, sekitar 95 persen siswa yang sempat mengalami diare telah kembali mengikuti kegiatan belajar. Selain siswa, delapan guru juga sempat mengeluhkan sakit perut dan kini sudah kembali mengajar seperti biasa.

Sekolah telah memberikan penanganan awal menggunakan obat. Pihak SMAN 1 Rembang juga telah memanggil Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) untuk membahas keluhan tersebut.

SPPG disebut menyatakan siap bertanggung jawab apabila nantinya ditemukan kasus medis serius.

Meski demikian, sekolah masih berhati-hati dalam mengaitkan gangguan kesehatan tersebut dengan menu MBG.

“Kita belum berani memastikan apakah benar dari MBG. Namanya anak-anak, makanan di luar tidak tahu,” kata Rifal.

Video Matoa Berbelatung Beredar

Di tengah munculnya keluhan kesehatan, media sosial juga diramaikan video berdurasi sekitar 18 detik yang memperlihatkan buah matoa dalam wadah makanan siswa.

Dalam video tersebut, seorang siswa menunjukkan buah matoa yang disebut terdapat ulat atau belatung. Siswa terdengar melontarkan komentar bernada candaan saat memperlihatkan temuan tersebut.

Pihak sekolah membenarkan pernah menemukan persoalan pada menu buah.

“Beberapa waktu ada, namun tidak semua. Ketika ada langsung kami komplain pihak dapur,” jelas Rifal.

Ia menjelaskan, buah menjadi salah satu komponen makanan yang mendapat perhatian karena kondisinya lebih mudah berubah apabila penyimpanan atau pemeriksaannya tidak optimal.

Pada Jumat, misalnya, menu yang diterima siswa terdiri dari kacang hijau, telur puyuh, roti, dan buah.

Sekolah mengaku telah mengingatkan para guru agar melakukan pengecekan terhadap makanan sebelum dibagikan kepada siswa.

Pihak sekolah juga masih melakukan komunikasi dengan SPPG untuk memastikan penanganan terhadap keluhan siswa dan mengevaluasi kualitas makanan yang diterima.(*)

Editor : Abdul Rochim
siswa diare matoa berbelatung makanan bergizi gratis sman 1 rembang MBG REMBANG