Ini Kenapa Menu Melon Sebabkan Keracunan MBG di Rembang

Wisnu Aji • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 15:00 WIB
JENGUK PASIEN: Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI (Purn) Trenggono didampingi Sekda Rembang, Fahrudin serta Kepala Puskesmas Lasem, dr Joko Paryanto menjenguk siswa dugaan keracunan MBG di Puskesmas Lasem, kemarin. (WISNU AJI/RADAR PATI)
JENGUK PASIEN: Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI (Purn) Trenggono didampingi Sekda Rembang, Fahrudin serta Kepala Puskesmas Lasem, dr Joko Paryanto menjenguk siswa dugaan keracunan MBG di Puskesmas Lasem, kemarin. (WISNU AJI/RADAR PATI)

REMBANG – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI (Purn) Trenggono, melakukan kunjungan maraton di Kabupaten Rembang untuk menindaklanjuti dugaan keracunan setelah konsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kunjungan berlangsung sejak Kamis malam (10/9) hingga Jumat (11/9). Selain memberikan pengarahan kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Trenggono juga meninjau langsung sejumlah siswa yang masih menjalani perawatan.

Pada Jumat pagi, Trenggono mengikuti rapat koordinasi kewaspadaan terkait dugaan keracunan MBG di kantor Bupati Rembang.

Baca Juga: Kronologi Sopir Innova di Rembang Tabrak Motor hingga Tewaskan Ibu dan Anak

Agenda tersebut dihadiri Ketua Satgas MBG Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’, Sekda Rembang Fahrudin, Kepala Dinas Kesehatan dr Ali Syofi’i, perwakilan DPRD, Wakapolres, Kodim 0720/Rembang, serta Dindikpora.

Setelah rakor, Trenggono sekitar pukul 09.00 mengunjungi pasien di RSUD dr R Soetrasno Rembang.

Selanjutnya, sekitar pukul 10.00, ia mendatangi Puskesmas Lasem sebelum melanjutkan agenda monitoring dan evaluasi dapur SPPG di wilayah tersebut.

Di Puskesmas Lasem, sejumlah anak yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG masih mendapatkan perawatan.

Trenggono terlihat mendatangi pasien satu per satu dan berbincang dengan mereka untuk mengetahui kondisi serta pengalaman mereka setelah mengonsumsi makanan.

Sekda Rembang sekaligus juru bicara Satgas MBG, Fahrudin, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kejadian yang terjadi di Lasem.

"Jadi beliau memang untuk mengetahui apa yang terjadi di Lasem terkait dugaan keracunan makanan yang cepat terjadi di sini," ujar Fahrudin.

Menurut Fahrudin, hingga kunjungan tersebut belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab anak-anak mengalami gangguan kesehatan.

Berbagai informasi yang diperoleh di lapangan akan dibawa untuk dibahas di BGN Pusat.

"Semua informasi yang sudah didapat akan dibahas, digodok di BGN Pusat terkait permasalahan dan musibah yang ada di Lasem," katanya.

Dalam dialog dengan para siswa, Trenggono juga menanyakan menu makanan yang dikonsumsi sebelum mereka mengalami keluhan.

Para pasien menyebut makanan yang diberikan sebenarnya terasa enak.

"Beliau menanyakan satu per satu, apakah makanannya disukai atau tidak. Semua mengatakan makanannya enak, tapi kok bisa sakit. Nah, ini yang jadi persoalan," jelas Fahrudin.

Salah satu komponen makanan yang menjadi perhatian adalah buah melon.

Fahrudin menyampaikan bahwa Trenggono menyinggung kemungkinan buah melon yang telah dikemas lebih cepat mengalami penurunan kualitas.

"Kalau buah melon itu memang kalau dibungkus cepat basi. Itu yang beliau sampaikan. Tapi ini belum jadi kesimpulan awal atau dugaan, nanti akan disampaikan di forum BGN Pusat," tegasnya.

Sementara itu, sehari sebelumnya, Trenggono memberikan pengarahan kepada perwakilan SPPG dari Rembang, Pati, Jepara, dan Blora.

Kegiatan tersebut berlangsung Kamis malam di kantor Bupati Rembang.

Ketua Satgas MBG Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’ mengatakan pengarahan tersebut menjadi momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus membangkitkan kembali semangat pengelola SPPG setelah adanya kejadian luar biasa.

"Beliau ingin motivasi, terutama kemarin ada kejadian luar biasa untuk kembali bangkit. Evaluasi lagi seperti apa SOP yang dijalankan," ujar Hanies.

Hanies menegaskan penanganan persoalan MBG dilakukan secara bersama-sama sesuai kewenangan masing-masing pihak.

Pemkab Rembang, BGN, dan unsur terkait disebut saling berkoordinasi dalam menangani kejadian tersebut.

Terkait adanya informasi mengenai bangunan dapur SPPG yang diduga tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP), Hanies mengatakan pemerintah daerah sebatas menyampaikan laporan.

Adapun langkah penindakan menjadi kewenangan BGN sesuai ketentuan yang berlaku.(noe)

Editor : Abdul Rochim
dugaan keracunan MBG Rembang Trenggono BGN siswa keracunan Lasem Makan Bergizi Gratis SPPG Rembang