KBM MAN 2 Rembang Berangsur Normal, Lima Siswa Susulan Dilarikan ke Puskesmas

Abdul Rochim • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 18:18 WIB
Kegiatan belajar di MAN 2 Rembang. (WISNU NOE/RADAR PATI)
Kegiatan belajar di MAN 2 Rembang. (WISNU NOE/RADAR PATI)

 REMBANG – Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di MAN 2 Rembang atau MAN Lasem kembali digelar, Kamis (10/9). Namun, di tengah proses pemulihan aktivitas sekolah, lima siswa kembali mengalami keluhan kesehatan dan harus dilarikan ke puskesmas.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, dari sekitar 1.200 siswa MAN Lasem, lebih dari 1.000 siswa mengikuti KBM tatap muka. Sementara sekitar seratusan siswa tercatat absen hingga pukul 12.30.

Meski masih terdapat siswa yang tidak masuk, kegiatan belajar mengajar di sekolah berlangsung relatif lancar. Pihak sekolah juga terus memantau kondisi siswa yang sebelumnya menjalani perawatan akibat dugaan keracunan setelah menyantap makan bergizi gratis (MBG).

Kepala MAN 2 Rembang dr Akhmad Suhadak Solikin membenarkan KBM tatap muka kembali dilaksanakan setelah sehari sebelumnya sekolah menerapkan pembelajaran daring menyusul munculnya kasus diare massal.

”Kamis kita masukkan kelas. Ternyata anak yang tiga hari sebelumnya belum sakit, ini muncul keluhan,” kata Suhadak saat dikonfirmasi, Kamis (10/9).

Lima siswa yang mengalami keluhan tersebut kemudian dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis. Mereka mengalami gejala serupa, yakni diare secara mendadak disertai pusing.

Kelima siswa tersebut memiliki latar tempat tinggal berbeda. Ada yang tinggal di pondok pesantren, kos, maupun bersama keluarga di rumah. Salah seorang siswa diketahui memiliki riwayat asma dan berdomisili di Tuban.

Menurut Suhadak, keluhan kesehatan tersebut baru muncul beberapa hari setelah kejadian sebelumnya.

”Baru terasa tiga hari setelahnya. Mungkin soal imun,” ujarnya.

Pihak sekolah langsung membawa siswa yang mengeluhkan kondisi kesehatan ke puskesmas. Sekolah juga terus melakukan pemetaan terhadap siswa yang masih menjalani perawatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit.

Hingga Kamis siang, tercatat masih ada 14 siswa yang menjalani perawatan di RSUD. Jumlah siswa yang mendapat penanganan medis juga bertambah karena terdapat kasus baru yang muncul saat KBM tatap muka kembali digelar.

Selain penanganan medis, MAN Lasem berkoordinasi dengan pondok pesantren mitra di Kecamatan Lasem. Siswa yang mengalami keluhan kesehatan dan tinggal di pondok diberikan izin untuk pulang sementara agar dapat menjalani pemulihan di rumah dengan pengawasan orang tua.

Langkah tersebut dilakukan karena sebagian siswa yang tinggal di pondok memiliki rumah yang cukup jauh. Pihak sekolah mempertimbangkan kondisi siswa agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih optimal.

”Anak-anak di pondok ada yang rumahnya jauh. Sudah bertahan tiga hari, tapi begitu masuk sekolah, lemas,” jelas Suhadak.

Sekolah juga memberikan dispensasi kepada siswa yang sakit. Mereka diperbolehkan tidak mengikuti KBM hingga kondisi benar-benar pulih.

Sementara itu, sekolah masih terus memantau perkembangan kesehatan para siswa, termasuk mereka yang menjalani rawat jalan maupun rawat inap. Aktivitas KBM tatap muka tetap berlangsung dengan pengawasan terhadap kondisi siswa.

Editor : Abdul Rochim
kegiatan belajar mengajar keracunan mbg MAN 2 rembang