SPPG Soditan Lasem Jamin Biaya Pengobatan Korban Dugaan Keracunan MBG

Abdul Rochim • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 17:59 WIB
JUHARTUTIK, Kepala SMAN 1 Lasem, Rembang. (WISNU AJI/RADAR PATI)
JUHARTUTIK, Kepala SMAN 1 Lasem, Rembang. (WISNU AJI/RADAR PATI)

REMBANG – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan Lasem menyatakan bertanggung jawab penuh atas insiden dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Lasem.

Pihak dapur memastikan seluruh biaya pengobatan murid dan guru yang terdampak akan ditanggung.

Selain penanganan korban, SPPG Soditan juga berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional dapur, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses distribusi makanan.

Baca Juga: Diduga Diare Massal Usai Santap MBG, DPRD Rembang Jenguk Korban hingga Cek SOP

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus kemarin, pihak SPPG langsung menjenguk murid dan guru SMAN 1 Lasem yang menjalani perawatan di Puskesmas Lasem.

Sejumlah unsur turut berada di lokasi, di antaranya personel Dinas Kesehatan (Dinkes) Rembang, Komisi IV DPRD Rembang, Polres Rembang, koramil, dan polsek.

Sebanyak 18 murid dan guru sempat mendapatkan penanganan di Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Lasem.

Mereka terdiri atas 13 siswa dan lima guru dengan keluhan badan lemas serta gangguan pencernaan.

Sebagian korban dibawa menggunakan ambulans dari sekolah. Sementara lainnya diantar orang tua menggunakan sepeda motor setelah diperbolehkan pulang dari sekolah.

Kepala SPPG Soditan Achmad Sholeh Syarifudin menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menyebabkan banyak murid dan guru mengalami gangguan kesehatan tersebut.

Dia mengatakan pihaknya bersama pengurus bergerak cepat untuk menangani seluruh korban terdampak.

“Kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak sekolah, orang tua, dan para siswa. Fokus utama kami saat ini, memastikan penanganan medis berjalan optimal tanpa membebankan biaya sepeser pun kepada korban. Baik yang di puskesmas maupun di rumah,” ujar Achmad Sholeh Syarifudin.

Dia memastikan biaya pengobatan korban akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak SPPG. Pihak dapur juga akan terus memantau perkembangan kondisi murid dan guru yang menjalani perawatan.

Evaluasi Total Operasional Dapur

Sebagai tindak lanjut kejadian tersebut, SPPG Soditan berkomitmen melakukan evaluasi total terhadap seluruh sistem operasional dapur.

Peninjauan akan dilakukan terhadap setiap tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga rantai distribusi makanan ke sekolah.

“Ini menjadi momentum bagi kami melakukan evaluasi total. Kami akan memperbaiki seluruh prosedur standar operasional (SOP), agar kelalaian serupa tidak pernah terulang lagi ke depan,” imbuhnya. (noe/lin)

Editor : Abdul Rochim
biaya pengobatan evaluasi dapur MBG SPPG Soditan Lasem keracunan mbg sman 1 lasem