REMBANG – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Rembang mencanangkan Bulan Dana Kemanusiaan 2026 dengan target penghimpunan Rp 775 juta.
Penggalangan dana berlangsung mulai Agustus hingga Desember 2026.
Target tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp750 juta.
Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana maupun musibah.
Pencanangan Bulan Dana Kemanusiaan digelar di Pendapa Rumah Dinas Bupati Rembang, dihadiri Bupati Rembang Harno, jajaran Forkopimda, Sekda Rembang Fahrudin, Ketua PMI Rembang dr. Samsul Anwar, serta pengurus PMI.
Baca Juga: Muncul Pendaftar Beasiswa di Rembang dari Luar Daerah, 4 Orang Tak Ikuti Tes Tertulis
Ketua PMI Kabupaten Rembang dr. Samsul Anwar mengatakan, dana yang dihimpun dari masyarakat akan dikembalikan untuk kepentingan masyarakat, baik di Kabupaten Rembang maupun daerah lain yang membutuhkan bantuan.
"Salah satunya untuk membantu apabila ada bencana musibah di Kabupaten Rembang bahkan luar Kabupaten Rembang," ujarnya.
Untuk mempermudah masyarakat berpartisipasi, PMI menyediakan sejumlah metode pembayaran, mulai dari QRIS, transfer, hingga kupon.
Sementara bagi aparatur sipil negara (ASN), donasi dapat dilakukan melalui pemotongan gaji setelah mendapatkan persetujuan.
Samsul menegaskan, pengumpulan dana tersebut bersifat sukarela dan diharapkan tidak memberatkan masyarakat.
Ia juga menyampaikan PMI Kabupaten Rembang memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik (KAP) pada 2025.
Menurutnya, opini tersebut menunjukkan laporan keuangan PMI telah disajikan secara wajar dan sesuai standar akuntansi.
Sementara itu, Ketua Bulan Dana Kemanusiaan PMI Rembang sekaligus Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Rembang Rully Mutiara mengajak masyarakat dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) menyisihkan sebagian rezeki untuk kegiatan kemanusiaan.
Dana tersebut nantinya dapat digunakan untuk membantu korban bencana, kebakaran, maupun masyarakat yang mengalami musibah di tingkat daerah, provinsi, hingga nasional.
Rully juga menekankan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan dana yang terkumpul.
Ia memastikan setiap dana kemanusiaan harus dipertanggungjawabkan dan digunakan sesuai peruntukannya.
Terkait target Rp775 juta, Rully optimistis dapat tercapai selama sosialisasi dilakukan secara maksimal dan seluruh pihak ikut terlibat.
"Insyaallah bisa tercapai dari bulan Agustus sampai Desember akhir. Kalaupun tidak tercapai namanya juga sumbangan sukarela," katanya.
Sekda Rembang Fahrudin turut mengajak seluruh unit kerja dan masyarakat mendukung Bulan Dana Kemanusiaan PMI.
Menurutnya, PMI memiliki fungsi sosial penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
"Berharap dengan bulan bakti PMI tersebut semua dinas dan warga masyarakat bisa mendukung pelaksanaan tersebut. Sehingga apa yang diperoleh bisa dimanfaatkan dengan benar oleh warga masyarakat," ujarnya.
Bupati Rembang Harno mengapresiasi PMI yang terus menjalankan fungsi kemanusiaan.
Terlebih, Rembang saat ini menghadapi sejumlah persoalan seperti kebakaran dan kekeringan yang membutuhkan kepedulian berbagai pihak.
"Mari sengkuyung bersama-sama untuk kemanusiaan ini. Sengkuyung bersama-sama untuk kemanusiaan," pungkasnya.(noe/him)