Muncul Pendaftar Beasiswa di Rembang dari Luar Daerah, 4 Orang Tak Ikuti Tes Tertulis

Abdul Rochim • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 18:59 WIB

PANTAU LANGSUNG: Suasana di Aula Ki Hajar Dewantara Dindikpora saat pengawasan ujian tertulis online. (DINDIKPORA UNTUK RADAR PATI)
PANTAU LANGSUNG: Suasana di Aula Ki Hajar Dewantara Dindikpora saat pengawasan ujian tertulis online. (DINDIKPORA UNTUK RADAR PATI)

REMBANG – Pendaftaran Beasiswa Prestasi Pendidikan Tinggi Kabupaten Rembang 2026 telah ditutup pada 30 Juli.

Tercatat 236 pendaftar, terdiri atas 224 pendaftar perguruan tinggi negeri (PTN) dan 12 perguruan tinggi swasta (PTS).

Dari jumlah tersebut, dua pendaftar tercatat memilih PTS di luar Kabupaten Rembang sehingga otomatis terdiskualifikasi.

Baca Juga: 182 Siswa SMPN 5 Rembang Masih Izin Sakit, Kali Ini Giliran Siswa dan Wali Murid SLB Keracunan

 Selain itu, terdapat tiga pendaftar berusia lebih dari 21 tahun dan satu pendaftar dari luar Jawa, yakni Bandar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Kasubag Program Dindikpora Rembang Lestarianti mengatakan, pendaftar dari luar daerah tersebut kemungkinan mengira karena diterima di Undip Rembang, mereka juga memiliki hak memperoleh beasiswa dari Pemkab Rembang.

“Mungkin merasa diterima Undip Rembang, merasa punya hak mendapatkan beasiswa Pemkab Rembang. Jadi ikut mendaftar,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Setelah seleksi administrasi, Dindikpora menggelar tryout latihan tes online pada 7 Agustus untuk memastikan sistem dan aplikasi berjalan sesuai ketentuan.

Tes tertulis kemudian dilaksanakan secara daring pada 8 Agustus 2026.

Tes berlangsung dalam satu sesi dengan durasi 180 menit atau tiga jam untuk mengerjakan 120 soal.

Dari 230 peserta yang lolos seleksi administrasi, sebanyak empat orang tidak mengikuti tes. 

Dengan demikian, peserta yang hadir sebanyak 226 orang, terdiri atas 216 peserta PTN dan 10 peserta PTS.

Tes dilaksanakan melalui platform e-ujian yang disiapkan panitia.

Nilai tes tertulis menjadi salah satu dasar untuk menentukan peserta yang berhak melanjutkan ke tahap verifikasi administrasi dan visitasi lapangan.

Kepala Dindikpora Rembang Achmad Sholchan bersama Plt Sekretaris Dinas Chrismastuti, Lestarianti, serta 16 pengawas memantau langsung pelaksanaan ujian.

Pengawasan dilakukan untuk memastikan seleksi berlangsung transparan, objektif, dan akuntabel.

Peserta diwajibkan mengerjakan tes secara mandiri, menjaga kamera tetap aktif, tidak berkomunikasi dengan pihak lain, serta dilarang merekam atau mendokumentasikan soal.

Peserta juga diminta memastikan perangkat dan jaringan internet dalam kondisi baik.

Berdasarkan hasil tes, nilai tertinggi mencapai 108 poin dan terendah 8 poin. Sementara untuk kategori desa prioritas, nilai tertinggi 95 poin dan terendah 36 poin.

Hasil tes tersebut menjadi salah satu dasar menentukan peserta yang melanjutkan ke tahapan berikutnya.

Pengumuman hasil tes tertulis dijadwalkan 11 Agustus 2026 melalui website dengan memasukkan nomor pendaftaran.

Peserta yang lolos kemudian mengikuti daftar ulang secara online.

Data yang diisi menjadi dasar pelaksanaan verifikasi dan visitasi lapangan yang dijadwalkan berlangsung 11–21 Agustus 2026.

Program Beasiswa Prestasi Pendidikan Tinggi Kabupaten Rembang merupakan upaya Pemkab Rembang memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Melalui seleksi yang objektif dan transparan, beasiswa diharapkan tepat sasaran bagi putra-putri daerah yang berprestasi dan membutuhkan dukungan pendidikan. (noe) 

Editor : Abdul Rochim
Beasiswa Rembang 2026 beasiswa pendidikan tinggi tes beasiswa Rembang dindikpora rembang Pemkab Rembang