REMBANG – Kasus gangguan pencernaan yang dialami siswa dan tenaga pendidik di sejumlah sekolah di Kabupaten Rembang meluas.
Terbaru, keluhan serupa dilaporkan terjadi di Sekolah Luar Biasa (SLB) Rembang. Sebanyak 182 siswa SMPN 5 Rembang masih izin sakit.
Plt Kepala SLB Rembang, Peni Widati Wulansari, membenarkan adanya laporan dari wali murid terkait gejala diare.
Baca Juga: 136 Warga SMPN 5 Rembang Alami Diare Massal, Penyebab Masih Tunggu Hasil Laboratorium
Berdasarkan informasi yang diterima pihak sekolah, terdapat satu siswa dan dua wali murid yang mengalami keluhan serupa.
Ketiganya mengalami diare setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berasal dari dapur SPPG 3 Mondoteko.
Keluhan tersebut terjadi pada Selasa dan dilaporkan kepada pihak sekolah pada Rabu.
"Setelah ada kejadian kita lapor ke SPPG. Lalu imbau siswa yang diare atau apa untuk diperiksakan kalau perlu diperiksakan. Saat beri imbauan alhamdulilah tidak ada sampai dua hari, sehari sudah membaik," kata Peni kepada Jawa Pos Radar Kudus, Kamis (7/8/2026).
Dengan adanya laporan terbaru tersebut, setidaknya terdapat empat sekolah yang terkonfirmasi mengalami kasus gangguan pencernaan.
Sebelumnya, keluhan dilaporkan terjadi di SMPN 5 Rembang, kemudian berlanjut ke SD Nawawiyah dan SMP Islam An-Nawawiyyah Rembang.
Sementara itu, kasus di SMPN 5 Rembang masih menjadi perhatian karena jumlah siswa dan tenaga pendidik yang mengalami gangguan kesehatan masih cukup banyak.
Kepala SMPN 5 Rembang, Menik Mustikatun, melaporkan pada hari ketiga masih terdapat 182 siswa yang izin sakit. Rinciannya, 46 siswa kelas VII, 47 siswa kelas VIII, dan 72 siswa kelas IX.
Dari jumlah tersebut, 13 siswa menjalani perawatan di rumah sakit.
Selain siswa, terdapat delapan guru dan satu tenaga tata usaha yang juga izin karena mengalami keluhan kesehatan.
Dua guru di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit dan puskesmas.
Pihak sekolah terus melakukan pemantauan dengan mengerahkan petugas untuk berkeliling ke kelas-kelas dan memastikan kondisi siswa. Sekolah juga menerjunkan tim untuk memantau siswa yang menjalani perawatan di rumah sakit.
Menurut Menik, pihak SPPG telah menyampaikan bahwa biaya pengobatan bagi siswa yang mengalami gejala gangguan pencernaan akan ditanggung.
Namun, untuk pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit swasta, pembiayaan tidak dapat ditanggung BPJS sehingga dilakukan secara mandiri.
Di tengah kondisi tersebut, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang memberikan kelonggaran kepada siswa terkait penerimaan menu MBG.
Kebijakan tersebut diberikan untuk mencegah munculnya trauma setelah adanya kejadian gangguan pencernaan.
Kepala Dindikpora Rembang Achmad Sholchan mengatakan penerimaan MBG tidak boleh dilakukan dengan paksaan, terutama bagi siswa yang masih mengalami trauma.
"Misalnya pindah dapur, kalau masih trauma jangan dipaksa. Saya juga sudah komunikasi dengan Kepala Sekolah SMPN 5 Rembang, Menik Mustikatun," ungkapnya.
Dindikpora juga menurunkan PIC MBG untuk melakukan pemantauan langsung ke sekolah-sekolah yang terdampak.
Achmad Sholchan bahkan turun langsung memberikan dukungan kepada sekolah dan siswa.
Ia mengaku prihatin melihat sejumlah siswa yang tetap berusaha mengikuti kegiatan belajar meski baru mengalami diare.
Bahkan, ada siswa yang hanya membeli obat diare dan memilih tetap masuk sekolah.
Sementara itu, Kasi Informasi RSUD dr. R. Soetrasno Rembang M. Nur Achdi Yustanto membenarkan masih terdapat pasien dengan indikasi gangguan pencernaan.
Berdasarkan data per 6 Agustus siang hingga Jumat (7/8/2026) pagi, terdapat delapan pasien dengan gejala serupa yang menjalani rawat inap. Mereka terdiri atas enam anak dan dua orang dewasa.
"Pasien dalam proses observasi, kondisi bisa dibilang membaik dibanding sebelum mendapatkan penatalaksanaan perawatan, memang yang harus terus dipantau adalah jangan sampai terjadi dehidrasi akibat dari adanya kondisi diare dan muntah," pungkasnya. (noe/him)
KASUS GANGGUAN PENCERNAAN DI REMBANG
4 SEKOLAH TERDAMPAK
· Kasus gangguan pencernaan dilaporkan di 4 sekolah.
· Terbaru, SLB Rembang melaporkan kasus diare.
SMPN 5 REMBANG
· 182 siswa masih izin sakit.
· Kelas VII: 46 siswa
· Kelas VIII: 47 siswa
· Kelas IX: 72 siswa
· 13 siswa menjalani perawatan di rumah sakit.
· 8 guru + 1 tenaga TU juga izin sakit.
· 2 guru menjalani perawatan di rumah sakit/puskesmas.
DATA RSUD REMBANG
· 8 pasien masih menjalani rawat inap.
· Terdiri dari 6 anak dan 2 dewasa.
· Kondisi pasien dilaporkan membaik.
· Pasien tetap dipantau untuk mencegah dehidrasi akibat diare dan muntah.
SLB REMBANG
· 1 siswa mengalami diare.
· 2 wali murid juga mengalami keluhan serupa.
· Keluhan muncul setelah mengonsumsi menu MBG dari SPPG 3 Mondoteko.
· Kondisi dilaporkan membaik dalam sekitar sehari.
LANGKAH DINDIKPORA
· Siswa tidak boleh dipaksa terima menu MBG jika masih trauma.
· PIC MBG diterjunkan untuk memantau sekolah terdampak.
· Sekolah terus memantau kondisi siswa
· berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan
Editor : Abdul Rochim