350 KK di Desa Logung Rembang Krisis Air Bersih, Sumur Mengering Sejak Tiga Pekan

Wisnu Aji • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 16:07 WIB

SALURKAN: Truk tangka PMI Kabupaten Rembang salurkan air bersih di tandon penampungan di desa Logung, Kecamatan Sumber, akhir bulan lalu. (PMI REMBANG UNTUK RADAR PATI)
SALURKAN: Truk tangka PMI Kabupaten Rembang salurkan air bersih di tandon penampungan di desa Logung, Kecamatan Sumber, akhir bulan lalu. (PMI REMBANG UNTUK RADAR PATI)

REMBANG – Sebanyak 350 kepala keluarga (KK) di Desa Logung, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau.

Sejak sekitar tiga pekan terakhir, debit air sumur warga terus menurun bahkan sebagian di antaranya telah mengering.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, warga kini mengandalkan bantuan droping air dari berbagai pihak, termasuk Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Rembang.

Pemerintah Desa Logung juga telah mengajukan permohonan bantuan serupa kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang.

Baca Juga: Direktur Kementan Tinjau Lahan Tembakau di Rembang, Petani Dijadwalkan Mulai Panen Awal Agustus

Kepala Desa Logung, Sukoco, mengatakan seluruh warga terdampak mencapai sekitar 350 KK.

Namun, kondisi paling parah dialami warga di RT 1, RT 2, RT 4, dan RT 8 yang kesulitan mendapatkan air bersih.

"Benar, sumur warga sudah mengering. Total sekitar 350 kepala keluarga terdampak. Saat ini yang paling terdampak berada di RT 1, 2, 4, dan 8," ujarnya saat dihubungi, Senin (3/8).

Selain mengandalkan bantuan, sebagian warga juga terpaksa membeli air bersih menggunakan truk tangki dari wilayah Kecamatan Sulang. Pembelian dilakukan secara bergotong royong agar biaya dapat ditanggung bersama.

Untuk mempermudah distribusi bantuan, pemerintah desa telah menyiapkan tandon penampungan di sejumlah titik.

Setiap tandon mampu menampung satu tangki air sehingga proses penyaluran dapat berlangsung lebih cepat saat bantuan datang.

"Insyaallah hari Rabu PMI akan kembali mengirimkan bantuan air bersih," tambah Sukoco.

BPBD Susun Jadwal Droping Air

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rembang, Muhammad Luthfi Hakim, membenarkan pihaknya telah menerima permohonan bantuan air bersih dari Desa Logung.

Menurutnya, surat permohonan baru diterima pada akhir pekan lalu sehingga BPBD masih menyusun jadwal penyaluran agar distribusi berjalan efektif.

"Surat baru masuk hari Jumat. Kami akan menyusun jadwal terlebih dahulu agar penyaluran sesuai dengan kebutuhan," katanya.

Ia menjelaskan, setelah permohonan diterima, BPBD akan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk menentukan titik distribusi sehingga masyarakat dapat mengambil air di lokasi yang telah disepakati.

Tahun ini BPBD Kabupaten Rembang mengalokasikan anggaran sekitar Rp 75 juta untuk penanganan krisis air bersih. Apabila anggaran tersebut tidak mencukupi, kebutuhan distribusi akan didukung melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

PMI Siap Bantu Warga Terdampak

Ketua PMI Kabupaten Rembang, dr. Samsul Anwar, menegaskan pihaknya terus berupaya membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau.

PMI membuka layanan bagi desa-desa yang membutuhkan bantuan droping air bersih dan mengimbau masyarakat menggunakan air secara hemat mengingat musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

"PMI akan berusaha menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami juga mengimbau warga agar tidak boros menggunakan air karena berdasarkan perkiraan BMKG musim kemarau diprediksi berlangsung hingga akhir tahun," ujarnya.

Pemerintah daerah berharap sinergi antara BPBD, PMI, pemerintah desa, dan berbagai pihak dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat hingga kondisi sumber air kembali normal saat musim hujan tiba.(noe)

 
 
 
Editor : Abdul Rochim
droping air bersih krisis air bersih Rembang Desa Logung BPBD Rembang pmi rembang