Direktur Kementan Tinjau Lahan Tembakau di Rembang, Petani Dijadwalkan Mulai Panen Awal Agustus

Wisnu Aji • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 18:47 WIB
 BLUSUKAN: Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI Abdul Roni Angkat bersama OPD terkait dan petani blusukan ke lahan tembakau kecamatan Gunem. (DINTANPAN UNTUK RADAR PATI)
BLUSUKAN: Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI Abdul Roni Angkat bersama OPD terkait dan petani blusukan ke lahan tembakau kecamatan Gunem. (DINTANPAN UNTUK RADAR PATI)

REMBANG – Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Abdul Roni Angkat, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Rembang dengan meninjau langsung lahan tembakau di Desa Telgawah, Kecamatan Gunem.

Dalam kunjungan tersebut, ia berdialog dengan petani untuk menyerap berbagai aspirasi terkait pengembangan komoditas tembakau.

Sejumlah persoalan disampaikan petani dalam pertemuan tersebut, mulai dari tingginya harga pupuk ZA, harapan adanya subsidi pupuk, hingga penguatan pola kemitraan dengan perusahaan agar kesejahteraan petani semakin meningkat.

Baca Juga: AKBP Muhammad Solikhin Fery Resmi Jabat Kapolres Rembang

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, mengatakan kunjungan tersebut merupakan agenda yang diinisiasi PT Sampoerna dengan menghadirkan Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.

"Acara ini merupakan inisiasi dari PT Sampoerna yang mengundang Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Abdul Roni Angkat," ujarnya.

Menurut Agus, kegiatan itu juga dihadiri perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Rembang, serta petani mitra PT Sadhana.

Dalam forum tersebut dipaparkan mekanisme kemitraan antara petani dengan PT Sadhana, mulai dari proses budidaya, pendampingan teknis, hingga berbagai fasilitas yang diberikan kepada petani.

"Selain itu, petani juga menyampaikan berbagai keluh kesah dan harapan terkait pengembangan usaha tembakau," katanya.

PT Sampoerna diketahui merupakan perusahaan rokok yang memperoleh pasokan bahan baku tembakau melalui PT Sadhana.

Perusahaan tersebut menjalin kemitraan dengan petani tembakau di Kabupaten Rembang.

Salah satu aspirasi utama yang disampaikan petani adalah tingginya harga pupuk ZA.

Mereka berharap harga pupuk dapat lebih terjangkau, termasuk adanya dukungan subsidi dari pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, Abdul Roni Angkat menyatakan pemerintah akan berupaya mencari solusi.

Menurutnya, pola kemitraan harus mampu memberikan keuntungan bagi perusahaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

"Yang lebih penting bagaimana kemitraan ini bisa sama-sama menguntungkan, perusahaan tetap untung dan petani juga sejahtera. Hal itu akan diramu melalui mediasi pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat," ujarnya.

Sementara itu, sektor tembakau di Kabupaten Rembang tahun ini diperkirakan tetap bergairah. Dintanpan mencatat luas tanam tembakau pada 2026 mencapai sekitar 7.400 hektare.

Panen diperkirakan mulai berlangsung pada minggu pertama hingga minggu kedua Agustus 2026.

Meski demikian, kondisi cuaca yang tidak menentu membuat sebagian petani mengalami keterlambatan masa tanam.

Karena itu, Dintanpan berharap PT Sadhana dapat memperpanjang masa pembelian hasil panen hingga akhir musim agar seluruh produksi petani tetap terserap.

Dengan produktivitas rata-rata 1,5 hingga 2 ton per hektare dan harga jual sekitar Rp 35.000 per kilogram.

Perputaran ekonomi dari komoditas tembakau di Kabupaten Rembang diperkirakan mendekati Rp 500 miliar pada musim panen tahun ini. (noe)

 

Editor : Abdul Rochim
tembakau Rembang Abdul Roni Angkat panen tembakau 2026 dintanpan rembang kementan