Rembang City Run 2026 Diikuti 3.700 Pelari, Gaungkan Semangat Antikorupsi dan Dongkrak Ekonomi Warga

Ali Mahmudi • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 11:02 WIB
SEMANGAT: Bupati Rembang Harno, Sekda Fahrudin bersama Ketua Umum HKR Jabodetabek Dr. Maryono finish bareng di Rembang City Run kemarin (26/7). (HKR JABODETABEK/RADAR PATI)
SEMANGAT: Bupati Rembang Harno, Sekda Fahrudin bersama Ketua Umum HKR Jabodetabek Dr. Maryono finish bareng di Rembang City Run kemarin (26/7). (HKR JABODETABEK/RADAR PATI)

REMBANG – Alun-alun Rembang dipadati ribuan peserta saat pelaksanaan Rembang City Run 5K 2026, Sabtu (26/7).

Sebanyak 3.700 pelari dari berbagai daerah ambil bagian dalam ajang yang digelar sehari menjelang Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang.

Tak sekadar menjadi ajang olahraga, Rembang City Run juga dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang untuk mengampanyekan budaya antikorupsi melalui tagline "Rembang Jujur, Rakyat Makmur".

Baca Juga: Hari Jadi ke-285 Rembang Dimeriahkan Fun Run dan Kirab Pusaka, Ribuan Warga Antusias

Kampanye tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai integritas kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih edukatif.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Himpunan Keluarga Rembang (HKR) Jabodetabek bekerja sama dengan Pemkab Rembang dan Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Rembang.

Tahun ini menjadi kali kedua HKR Jabodetabek dipercaya menggelar event lari tersebut.

Ketua Umum HKR Jabodetabek, Dr. Maryono, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum bagi warga Rembang yang berada di perantauan untuk ikut berkontribusi membangun kampung halaman.

"Ini menjadi momentum kesadaran HKR di luar Rembang bagaimana membangun Rembang menjadi Rembang Jujur, Rakyat Makmur. Diharapkan ke depan Rembang dikenal sebagai kota yang jujur, makmur, dan mampu memberi kontribusi bagi pembangunan bangsa," ujarnya.

Baca Juga: Semarak Hari Jadi Rembang ke-285, Festival Mewarnai PAUD Digelar hingga Babak Final di Balai Kartini

Selain menjadi ajang olahraga, Rembang City Run juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Sejumlah pelaku UMKM di kawasan alun-alun mengaku kebanjiran pembeli selama kegiatan berlangsung sehingga roda perekonomian lokal ikut bergerak.

Bupati Rembang Harno menegaskan olahraga harus menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Menurutnya, masyarakat yang sehat menjadi modal penting dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan produktif.

"Masyarakat yang sehat merupakan modal utama dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah," katanya.

Ia menilai semangat para peserta yang berjuang hingga garis finis mencerminkan tekad menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Semangat tersebut sejalan dengan tema Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang, yakni "Ketahanan Pangan Tangguh, SDM Unggul, Infrastruktur Andal untuk Rembang Sejahtera."

Sementara itu, Sekretaris Daerah Rembang Fahrudin menegaskan pemberantasan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum.

Tetapi juga harus dibangun melalui budaya kejujuran yang dimulai dari lingkungan keluarga hingga pemerintahan.

"Korupsi tidak bisa diberantas hanya dengan penindakan. Yang tidak kalah penting adalah membangun budaya antikorupsi di masyarakat. Nilai-nilai integritas harus terus ditanamkan dan menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari," tegasnya.

Menurutnya, berbagai kegiatan masyarakat, termasuk Rembang City Run, menjadi media untuk menggaungkan semangat "Rembang Jujur, Rakyat Makmur" agar tidak berhenti sebagai slogan, melainkan menjadi gerakan bersama.

Pemkab Rembang berharap Rembang City Run dapat terus menjadi agenda tahunan yang mampu mendorong budaya hidup sehat, meningkatkan kunjungan wisata.

Ini sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor UMKM dan pariwisata. (*/him)

 
Editor : Abdul Rochim
Hari Jadi Rembang Rembang City Run 2026 Rembang Jujur Rakyat Makmur HKR Jabodetabek Bupati Harno