Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Pasarbanggi di Rembang Kembali Diusulkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

Abdul Rochim • Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:15 WIB

IKONIK: Kapal nelayan dengan lukisan Pantai Pulo Swalan dipajang dipinggir pantai Pasarbanggi, Rembang yang tahun ini diusulkan Kampung Nelayan Merah Putih. (WISNU AJI/RADAR PATI)
IKONIK: Kapal nelayan dengan lukisan Pantai Pulo Swalan dipajang dipinggir pantai Pasarbanggi, Rembang yang tahun ini diusulkan Kampung Nelayan Merah Putih. (WISNU AJI/RADAR PATI)

REMBANG – Desa Pasarbanggi, Kecamatan Rembang, kembali berpeluang menjadi lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.

Pemerintah desa telah menyiapkan lahan seluas dua hektare untuk mendukung program yang ditujukan bagi peningkatan kesejahteraan nelayan kecil tersebut.

Sebelumnya, Pasarbanggi juga sempat masuk dalam program Kampung Nelayan Modern (Kalamo) yang digagas pemerintah pusat pada era Presiden Joko Widodo.

Saat itu berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari penyediaan lahan hingga pengurusan legalitas sebagai syarat pelaksanaan program.

Baca Juga: Lima Jamaah Haji asal Rembang Tercecer, Masih Berada di Madinah

Namun hingga kini pembangunan Kalamo belum terealisasi. Salah satu penyebabnya diduga karena keterbatasan anggaran dan adanya prioritas program lain di tingkat kementerian.

Kepala Desa Pasarbanggi, Rasno, mengatakan pihaknya berharap usulan Kampung Nelayan Merah Putih pada tahun 2026 dapat memperoleh persetujuan pemerintah pusat dan segera direalisasikan.

“Pembangunan Kampung Nelayan Modern sebelumnya belum terealisasi, kemungkinan karena kendala anggaran atau faktor lainnya. Kami berharap pengajuan tahun ini bisa mendapatkan lampu hijau,” ujarnya.

Menurut Rasno, secara konsep Kampung Nelayan Merah Putih tidak jauh berbeda dengan Kalamo yang pernah direncanakan sebelumnya.

Program tersebut sama-sama bertujuan memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, terutama nelayan kecil dengan kapal di bawah lima gross ton (GT).

“Sebenarnya antara Kalamo dengan Kampung Nelayan Merah Putih tidak ada bedanya, hanya berbeda nama saja,” katanya.

Ia menjelaskan, seluruh persyaratan dasar yang diminta pemerintah pusat telah dipenuhi.

Salah satunya pembentukan koperasi nelayan yang sebelumnya juga telah dibina oleh Kementerian Koperasi.

Selain itu, status lahan yang akan digunakan juga telah jelas dan siap dimanfaatkan.

“Kami sudah menyiapkan lahan sekitar dua hektare. Tinggal menyesuaikan kebutuhan dan kebijakan dari pemerintah pusat,” tambahnya.

Pasarbanggi dinilai memiliki potensi besar karena jumlah nelayan kecil cukup banyak.

Berdasarkan data desa, terdapat sekitar 600 hingga 700 kapal nelayan berukuran di bawah lima GT yang beroperasi di wilayah tersebut.

Jika program terealisasi, berbagai fasilitas pendukung akan dibangun untuk menunjang aktivitas nelayan.

Di antaranya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Nelayan (SPBM), bengkel dan tempat perbaikan kapal, pabrik es, hingga fasilitas penyimpanan ikan berupa cold storage.

Tak hanya itu, kawasan tersebut juga direncanakan memiliki sentra UMKM olahan hasil laut yang dilengkapi warung dan restoran untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Selain fasilitas perikanan, rencananya juga akan dibangun ruang terbuka hijau, Tempat Pelelangan Ikan (TPI), dan sandaran perahu,” jelas Rasno.

Keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan kecil di Kabupaten Rembang.

Dengan berbagai fasilitas yang terintegrasi, program tersebut diyakini dapat memperkuat sektor perikanan tangkap dan industri pengolahan hasil laut di daerah setempat. (noe)

Editor : Abdul Rochim
#Kampung Nelayan Merah Putih #Pasarbanggi Rembang #nelayan kecil Rembang #Kalamo Rembang #pembangunan kampung nelayan