REMBANG - Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) terus melanjutkan penjajakan kerja sama pengelolaan Taman Kartini dengan pihak ketiga.
Proses pembahasan lanjutan direncanakan dilakukan setelah rangkaian kegiatan Bulan Kartini atau usai Aprilan 2026.
Kepala Dinbudpar Rembang, Prapto Raharjo, mengatakan saat ini fokus pemerintah masih tertuju pada berbagai agenda peringatan Hari Kartini yang digelar sepanjang April.
Baca Juga: Sosok Perempuan asal Rembang Ini Dikenal Multitalenta, Kuasai Panggung Budaya hingga Catwalk Modern
Salah satu acara puncaknya adalah Kartini Mengaji yang akan digelar pada 30 April 2026 di Alun-Alun Rembang.
Acara tersebut akan menghadirkan Ning Ummi Lailatul Rahmah Hadi bersama grup Gambus El Jannatain.
Ning Ummi dikenal sebagai ustadzah populer dengan gaya ceramah yang khas dan penuh humor, sehingga diperkirakan mampu menarik antusiasme masyarakat.
“Bulan Kartini Dinbudpar Rembang punya gawe untuk rangkaian Hari Kartini, ada Kartini Mengaji tanggal 30 April di Alun-Alun Rembang,” ujar Prapto kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Selain itu, pada 29 April 2026 juga akan digelar pertunjukan wayang kulit di halaman makam RA Kartini di Desa Bulu, Kecamatan Bulu.
Pagelaran tersebut menghadirkan dalang Ki Dimas Prabakusuma dan pelawak Jolang sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kartini.
Prapto menegaskan, proses teknis kerja sama pengelolaan Taman Kartini akan dilanjutkan setelah seluruh agenda April selesai. Saat ini, seluruh dokumen yang dibutuhkan disebut sudah lengkap.
“Diproses setelah bulan April. Dokumennya sudah lengkap,” imbuhnya.
Sementara itu, calon pihak penyewa Taman Kartini yang akrab disapa Mbah Kus membocorkan konsep penataan destinasi wisata pantai tertua milik pemerintah tersebut.
Salah satu fokus utama adalah menghidupkan kembali ikon anjungan yang selama ini menjadi daya tarik kawasan.
Selain itu, pihaknya berencana membuat jalan setapak hingga area bebatuan yang dilengkapi meja santai agar pengunjung bisa duduk sambil menikmati suasana laut.
“Nantinya kita kasih semacam meja untuk duduk sambil bermain air laut,” jelas Mbah Kus.
Kolam bundar yang ada di area Taman Kartini juga akan dioptimalkan.
Saat ini kolam tersebut sudah dibersihkan dan direncanakan akan diberi semacam tugu menyerupai Monas di bagian tengahnya.
Baca Juga: Dugaan Keracunan Susu MBG di SD Balongmulyo: BGN Hentikan SPPG Karangharjo di Rembang
Untuk fungsi kolam, masih dilakukan survei apakah akan dijadikan kolam bermain air atau diisi wahana seperti mainan kuda-kudaan maupun perahu, menyesuaikan minat pengunjung.
“Sudah kita bersihkan. Tinggal finishing pinggirnya. Kalau sudah kita isi air, untuk pengisian mainan kuda-kudaan atau perahu tergantung peminat,” katanya.
Secara umum, pengelola akan fokus memperbaiki dan menghidupkan kembali fasilitas yang sudah ada.
Termasuk pengecatan ulang kawasan, pembenahan gerbang buka-tutup, serta penataan infrastruktur dan lingkungan sekitar.
Rencananya, Taman Kartini akan dibuka setiap hari sambil melihat perkembangan jumlah pengunjung dan proses penataan bertahap.
“Intinya bagaimana Taman Kartini Rembang bisa kembali maju dan baik sejajar dengan destinasi-destinasi lainnya,” pungkasnya. (noe/him)