REMBANG - Kemeriahan pawai kirab larung sesaji di Desa Tasikagung, Kecamatan Rembang, menyisakan persoalan lingkungan berupa tumpukan sampah.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang mencatat sekitar 3 ton sampah dihasilkan dari kegiatan tahunan syawalan tersebut.
Kepala DLH Rembang, Ika Himawan Affandi, menyebut sampah terkonsentrasi di sepanjang rute kirab yang melintasi jalur pantura.
Baca Juga: Dua Jabatan Kepala Dinas Masih Sepi Peminat, Sejumlah Camat Ikut Berebut Kursi JPTP di Rembang
Mulai dari Karanggeneng hingga bundaran, kemudian berlanjut ke jalan tengah hingga kembali ke arah barat.
Sebagian besar sampah yang terkumpul berupa plastik dan kertas yang dibuang pengunjung selama acara berlangsung.
Untuk menangani kondisi tersebut, DLH Rembang langsung mengerahkan 17 petugas kebersihan guna menyisir area sepanjang rute kirab agar tetap bersih.
Proses pembersihan dilakukan sejak acara masih berlangsung sekitar pukul 11.00 hingga pukul 13.00.
Baca Juga: Michael Bambang Hartono Dikenang Berkontribusi pada Pembangunan dan Penghijauan Rembang
Petugas menghadapi kendala cuaca panas serta keterbatasan personel karena kegiatan berlangsung pada hari libur.
DLH mengerahkan satu colt terbuka yang beberapa kali bolak-balik serta satu dump truk untuk mengangkut sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Landoh di Sulang.
Meski telah diupayakan maksimal, masih terdapat beberapa titik di gang antara jalan protokol dan pantura yang belum sepenuhnya tersisir.
DLH berencana melanjutkan pembersihan pada hari berikutnya untuk memastikan sisa sampah plastik dan kertas dapat tertangani seluruhnya.
DLH Rembang mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung, agar perayaan budaya tetap berjalan meriah tanpa meninggalkan dampak buruk bagi lingkungan.
Editor : Abdul Rochim