REMBANG – Kesuksesan Festival Thong-Thong Lek 2026 menyisakan persoalan lingkungan.
Sepanjang rute acara, terutama di Jalan Pemuda hingga Kartini, dipenuhi sampah yang didominasi plastik dan kertas.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rembang mencatat total sampah yang diangkut mencapai 6 ton.
Selain sampah, sejumlah tanaman di area taman kota juga mengalami kerusakan.
Beberapa di antaranya digunakan sebagai tempat menaruh barang dagangan, alat masak, hingga sisa es balok oleh pedagang.
Proses pembersihan memakan waktu hampir tujuh jam. Meski panitia mengklaim telah menyediakan kantong sampah, kesadaran pengunjung untuk menjaga kebersihan dinilai masih rendah.
Kepala DLH Rembang, Ika Himawan Affandi, menyebutkan pembersihan dilakukan oleh 31 petugas kebersihan dan 10 kru dengan dukungan dua dump truk dan satu mini dump.
Pekerjaan dimulai sejak Selasa (17/3) tengah malam hingga Rabu (18/3) pagi.
Sampah kemudian diangkut ke TPA Landoh agar kondisi jalan kembali bersih dan nyaman digunakan masyarakat.
DLH juga menemukan kerusakan tanaman, terutama di Jalan Kartini, yang langsung diperbaiki.
DLH mengimbau panitia kegiatan berikutnya, termasuk agenda syawalan pasca-Lebaran, untuk menyediakan lebih banyak tempat sampah dan bekerja sama dalam pengelolaan kebersihan.