Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Cuaca Ekstrem Terjang Rembang: Pohon Bertumbangan, Atap TPI Tasikagung Beterbangan

Abdul Rochim • 2026-03-08 19:38:37

TPI Tasikagung Rembang atapnya ambrol karena disapu angin.
TPI Tasikagung Rembang atapnya ambrol karena disapu angin.

REMBANG - Kabupaten Rembang dilanda cuaca ekstrem pada Sabtu malam (7/3).

Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang di berbagai wilayah, bahkan merusak bangunan dan infrastruktur.

Salah satu dampak paling parah terjadi di kawasan TPI Tasikagung 1.

Atap bangunan di bagian selatan tempat pelelangan ikan tersebut ambrol dan berserakan di lantai setelah diterjang angin kencang.

Selain itu, atap galvalum sebuah ruko di Desa Sumbergayam, Kecamatan Kragan juga terangkat akibat kuatnya hembusan angin.

Insiden tersebut sempat menyebabkan jaringan listrik di sekitar lokasi padam.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rembang, Muhammad Luthfi Hakim mengatakan, cuaca ekstrem yang terjadi dipicu oleh adanya bibit siklon tropis 90S serta masa peralihan musim pancaroba.

“Pemicu utamanya bibit siklon 90S dan peralihan musim. Kondisi ini berpotensi memicu cuaca ekstrem dalam beberapa waktu ke depan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (8/3).

Hujan lebat disertai angin kencang mulai terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Akibatnya, beberapa pohon tumbang di sejumlah titik.

Di antaranya di jalur pantura dekat RSI Rembang, di wilayah Pamotan dekat SMA, serta di kawasan Ngotet, Rembang.

Tidak hanya itu, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Pancur, tepatnya di Desa Doropayung, di mana pohon tumbang mengenai kabel listrik milik PLN.

BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas, terutama ketika berada di luar rumah.

Pengendara juga diminta tidak melaju terlalu kencang mengingat potensi pohon tumbang dan angin kencang masih dapat terjadi.

Sementara itu, perkembangan kondisi cuaca terus dipantau melalui sistem peringatan dini milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

Melalui layanan Nowcasting, BMKG dapat memantau potensi cuaca dalam rentang waktu 1 hingga 6 jam ke depan secara real time.

“Per enam jam kondisi bisa diprediksi. Per 8 Maret 2026 pukul 11.00 WIB statusnya masih waspada hingga sekitar pukul 14.00 WIB,” tambah Luthfi.

Cuaca ekstrem ini juga berdampak pada aktivitas para nelayan. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang, Mochamad Sofyan Cholid mengatakan nelayan diimbau untuk sementara tidak melaut guna menghindari risiko kecelakaan.

Menurutnya, gelombang tinggi tidak hanya berbahaya, tetapi juga membuat aktivitas penagkapan ikan menjadi sulit.

“Biasanya nelayan juga kesulitan mencari ikan. Saat ombak besar, jaring bisa melilit. Saat ini kondisi musim juga tidak menentu,” ujarnya.

Meski demikian, ia memastikan stok ikan di Rembang masih dalam kondisi aman, terutama untuk memenuhi kebutuhan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). (noe/him)

Editor : Abdul Rochim
#puting beliung #tpi tasikagung #rembang