Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Gas Metan di TPA Landoh Rembang Kembali Aktif, 50 Keluarga Teraliri Gas secara Gratis

Abdul Rochim • Selasa, 17 Februari 2026 | 11:38 WIB
OPTIMALKAN: Pekerja melakukan pengecekan jaringan pipa gas metan di TPA Landoh, Sulang. ((WISNU AJI/RADAR PATI)
OPTIMALKAN: Pekerja melakukan pengecekan jaringan pipa gas metan di TPA Landoh, Sulang. ((WISNU AJI/RADAR PATI)

REMBANG – Keberadaan tempat pembuangan akhir (TPA) tak selalu identik dengan persoalan sampah.

Di Desa Landoh, Kecamatan Sulang, misalnya, pengelolaan sampah justru menghasilkan energi alternatif berupa gas metan.

Gas itu kini sudah bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar.

Gas metan dari TPA Landoh tersebut digunakan sebagai sumber energi panas pengganti gas elpiji untuk kompor.

Namun, saat ini pemanfaatannya masih terbatas di dapur perkantoran TPA.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Lingkungan, Wahyudi Istiyanto, mengatakan instalasi gas metan yang diperbaiki pada akhir tahun lalu.

Kini, kata dia, sudah kembali berfungsi.

“Hasil perbaikan instalasi gas metan akhir tahun lalu sudah bisa digunakan dan hidup. Saat ini masih di kantor,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Pati.

Menurut Wahyudi, jaringan instalasi gas metan memang belum menjangkau warga sekitar karena keterbatasan anggaran.

Meski demikian, jarak TPA dengan permukiman warga dinilai cukup terjangkau sehingga berpotensi untuk diperluas.

“Untuk instalasi gas metan ke warga belum ada anggarannya,” terangnya.

Ke depan, pemanfaatan gas metan ditargetkan bisa mencakup hingga 50 kepala keluarga (KK).

Namun, tahap awal akan difokuskan untuk lima KK terdekat terlebih dahulu.

Jika perluasan dapat terealisasi, manfaatnya dinilai cukup signifikan.

Selain sumber energi yang gratis karena berasal dari limbah sampah, warga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya rutin untuk membeli elpiji.

Cukup dengan pemasangan pipa langsung ke kompor gas, bahan bakar sudah bisa digunakan untuk memasak.

“Kita belum berhitung kebutuhan instalasi ke rumah warga. Ke depan fokus dekat sampai 5 KK terlebih dahulu,” imbuhnya.

Perbaikan instalasi jaringan pipa gas metan di TPA Landoh juga dilakukan sebagai langkah tanggap darurat untuk mencegah potensi kebakaran akibat penumpukan gas.

Ini sekaligus menjaga keselamatan operator alat berat saat proses penataan dan pengerukan sampah.

Perbaikan tersebut dilakukan secara swakelola bersama rekan-rekan teknis dengan anggaran terbatas.

Meski minimalis, upaya dilakukan semaksimal mungkin.

Tim konsultan juga dilibatkan untuk merancang desain pengembangan ke depan, dengan konsep yang direncanakan menyerupai sistem di TPA Pati.

Adapun panjang jaringan pipa yang direncanakan sekitar 100 meter dari rumah kompos menuju area TPA.

Saat ini, karena keterbatasan anggaran, pemanfaatan masih menggunakan kompor yang tersedia di kantor TPA.

“Keinginannya sampai di kepala keluarga (KK). Nanti bertahap,” pungkasnya. (noe/him)

Editor : Abdul Rochim
#TPA Landoh di Rembang #gas metana #gas dari sampah