Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Tantangan Berliterasi Cukup Berat, Bunda Literasi Rembang Ungkap Penyebabnya!

Abdul Rochim • Jumat, 19 Desember 2025 | 03:16 WIB
TAMBAH WAWASAN: Pengunjung membaca buku bacaan dalam pameran buku yang digelar Dinarpus Rembang.
TAMBAH WAWASAN: Pengunjung membaca buku bacaan dalam pameran buku yang digelar Dinarpus Rembang.

REMBANG – Upaya menjadikan Perpustakaan Daerah Rembang sebagai destinasi wisata literasi kian menunjukkan hasil nyata.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan literasi meningkat signifikan, tercermin dari lonjakan jumlah kunjungan yang tahun ini melonjak hingga empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Setiap hari, perpustakaan tersebut ramai dikunjungi berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa.

Kunjungan tak hanya datang dari perorangan, tetapi juga rombongan. Layanan yang dibuka setiap hari, termasuk akhir pekan, turut menjadi faktor penunjang tingginya minat masyarakat.

Pada hari Sabtu dan Minggu, jumlah pengunjung rata-rata mencapai puluhan orang.

Bahkan, pada momen tertentu seperti penyelenggaraan Festival Literasi oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Rembang, angka kunjungan melonjak hingga ratusan bahkan ribuan orang.

Festival yang digelar pada 16–18 Desember tersebut dipusatkan di halaman Perpustakaan Daerah.

Mengusung tema “Rembang Membaca, Rembang Berdaya”, kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan budaya baca sekaligus memperluas pemahaman literasi dalam kehidupan sehari-hari.

Beragam agenda disajikan, di antaranya pameran buku, diskusi literasi, pertunjukan seni, bazar UMKM, lomba mewarnai, lomba bercerita, hingga kegiatan senam bersama.

Sebelum puncak festival, Dinarpus juga menggelar berbagai kompetisi literasi bagi pelajar tingkat SD hingga SMA.

Kegiatan tersebut meliputi lomba bertutur, lomba perpustakaan desa, lomba video konten literasi, serta lomba resensi buku.

Kepala Dinarpus Rembang, Achmad Sholchan, menekankan bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas membaca buku semata.

Menurutnya, literasi mencakup proses belajar yang luas dalam berbagai aspek kehidupan.

“Literasi itu belajar dalam banyak hal, tidak hanya membaca. Bisa lewat keterampilan memasak, seni tari, hingga kegiatan budaya lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, Festival Literasi yang digelar tahun ini merupakan pelaksanaan perdana dan diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan dengan kualitas pelaksanaan yang terus meningkat, baik dari sisi jumlah stan maupun partisipasi pengunjung.

Sementara itu, Wakil Ketua Bunda Literasi Kabupaten Rembang, Siti Halimatussya’diyah, menilai kegiatan ini penting untuk menarik minat generasi muda di tengah dominasi teknologi dan media sosial.

“Tantangan literasi pada anak-anak cukup berat karena bersaing dengan media sosial. Melalui kegiatan ini, kami berharap minat membaca, memahami, mengolah, hingga menyebarkan ilmu bisa tumbuh kembali,” ungkapnya.

Festival Literasi diharapkan menjadi momentum untuk mendorong keterlibatan masyarakat secara lebih luas, sekaligus mengukuhkan peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Rembang.

Editor : Abdul Rochim
#Perpustakaan daerah rembang #Wisata Literasi #pameran buku #literasi