Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Penggerebekan Minyak Mentah di Rembang: Sopir & Kernet Ditangkap, Aktor Utama Masih Misterius

Alfian Dani • Jumat, 28 November 2025 | 02:15 WIB
PRAKTIK ILEGAL: Minyak mentah hasil dari pengeboran di sumur petak 111 Perhutani Mantingan Rembang ditampung di tandon plastik.(ISTIMEWA UNTUK RADAR PATI)
PRAKTIK ILEGAL: Minyak mentah hasil dari pengeboran di sumur petak 111 Perhutani Mantingan Rembang ditampung di tandon plastik.(ISTIMEWA UNTUK RADAR PATI)

REMBANG — Pengungkapan jaringan pengeboran dan pengangkutan minyak mentah ilegal di kawasan hutan petak 111 Ngiri, Desa Sendangmulyo, Bulu, terus menjadi sorotan.

Tiga orang yang sempat diamankan polisi pada Jumat (21/11) ternyata bukan pelaku utama.

Mereka hanya berperan sebagai pengemudi dan kernet truk tangki yang bertugas mengangkut minyak dari lokasi pengeboran.

Aksi penggerebekan tersebut terekam dalam sebuah video yang beredar luas dan diterima Jawa Pos Radar Pati pada malam hari usai kejadian.

Dalam video itu terlihat rombongan kendaraan keluar dari gapura Desa Pinggan.

Rute itu digunakan karena jalur utama di Dukuh Ngiri masih ditutup akibat perbaikan Jalan Sulang–Sumber.

Rombongan itu terdiri dari berbagai jenis kendaraan:

1. Satu truk tangki biru-putih

2. Satu truk bak kuning-hitam

3. Dua mobil minibus (Toyota Innova & Honda Mobilio)

4. Satu SUV Taft merah marun

5. Beberapa sepeda motor

Kendaraan-kendaraan tersebut diduga kuat menjadi bagian dari operasi pengangkutan minyak mentah hasil pengeboran liar yang telah beroperasi secara intens setahun terakhir.

Kasat Reskrim Polres Rembang, Iptu Alva Zakya Akbar, mengatakan tiga orang yang diamankan dua sopir dan satu kernet masih dalam status saksi.

Mereka berasal dari Bojonegoro dan Blora, bukan warga lokal Sendangmulyo. Ketiganya ditangkap di jalan setelah mengangkut minyak dari lokasi pengeboran.

“Identitas mereka ber-KTP luar Rembang. Mereka hanya sebagai driver dan kernet yang mengangkut minyak mentah tersebut,” ujarnya.

Mengenai asal-usul minyak, jumlah pasti yang diamankan, serta apakah ketiga orang itu bekerja untuk agen penyalur resmi BBM, pihak kepolisian belum memberikan kepastian.

Penghitungan volume minyak masih harus menunggu verifikasi dari dinas terkait.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, minyak mentah itu rencananya akan dijadikan bahan campuran solar subsidi praktik ilegal yang memberi keuntungan besar bagi sindikat.

Aktivitas ini bahkan diduga dibekingi oknum ormas dan mantan kepala desa.

Meski demikian, polisi mengaku masih mendalami kasus dan belum melakukan penahanan.

“Sementara belum kita tahan. Kami juga masih telusuri asal minyak tersebut,” tambah Kasat Reskrim.

Warga berharap agar polisi segera mengungkap aktor intelektual di balik operasi besar ini, mengingat dampak ekonomi dan kerawanan lingkungan yang dapat ditimbulkan dari praktik pengeboran liar di kawasan hutan.(ade)

Editor : Alfian Dani
#penggerebekan #berita rembang #minyak ilegal #radar pati