Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Ketar-Ketir Banjir Susulan, Dua Jembatan di Perbatasan Rembang–Pati Rusak Parah!

Wisnu Aji • Sabtu, 1 November 2025 | 15:30 WIB
MONITORING: Wakil Bupati Mochamad Hanies Cholil Barro bersama anggota Komisi V DPR RI, BPBD dan Dputaru Rembang saat meninjau jembatan Sekarsari.(PROKOPIMDA RBG UNTUK RADAR PATI)
MONITORING: Wakil Bupati Mochamad Hanies Cholil Barro bersama anggota Komisi V DPR RI, BPBD dan Dputaru Rembang saat meninjau jembatan Sekarsari.(PROKOPIMDA RBG UNTUK RADAR PATI)

 

REMBANG - Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTARU) Kabupaten Rembang langsung melakukan perhitungan cepat usai sejumlah jembatan di wilayah perbatasan Rembang–Pati mengalami kerusakan akibat banjir.

Kerja bakti perbaikan pun dijadwalkan digelar pekan ini. Namun, petugas mewaspadai kendala jika terjadi banjir susulan saat penanganan berlangsung.

Sebelumnya, kerusakan jembatan tersebut telah ditinjau langsung oleh Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro.

Ia turun bersama anggota Komisi V DPR RI, DPUTARU, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang.

Kabid Bina Marga DPUTARU Rembang, Nugroho Tri Hutomo, menyampaikan bahwa terdapat dua jembatan rusak di Desa Sekarsari.

Pertama, jembatan kayu di Dukuh Semen yang hanyut terbawa arus. Jembatan tersebut merupakan aset desa.

“Untuk kabupaten tidak bisa langsung menangani karena statusnya milik desa. Namun nanti akan kami usulkan ke pusat untuk penanganannya,” ujarnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus.

Titik kedua berada di Dukuh Dresan, di mana abutmen jembatan mengalami kerusakan. Struktur di kedua ujung jembatan terbawa banjir dan perlu segera diperbaiki.

“Sudah kami ukur, tetapi pelaksanaan perbaikan menyesuaikan kondisi cuaca,” sambungnya.

Nugroho menambahkan, pihaknya menemui kendala di lapangan, terutama di jembatan Dresan. Jika banjir kembali terjadi, penanganan sulit dilakukan.

Selain itu, banyak tumpukan sampah bambu yang dapat membahayakan jika tidak segera dibersihkan.

Kerja bakti bersama masyarakat direncanakan pada Sabtu (1/11) dengan dukungan alat berat dari DPUTARU.

Beberapa waktu lalu, tim DPUTARU juga melakukan pengecekan kondisi jembatan di wilayah perbatasan kabupaten.

Diketahui, kerusakan cukup parah hingga tidak memungkinkan dilalui kendaraan berat, terutama di Jatihadi dan Pengkol.

“Di Jatihadi, abutmen runtuh sementara plat jembatan masih baik. Namun karena abutmennya roboh, tidak layak untuk dilintasi kendaraan,” terangnya.

Sementara itu, jembatan di Pengkol juga mengalami kerusakan pada balok dan abutmen, sehingga tidak bisa dilalui sama sekali.

“Kami sudah lakukan perhitungan cepat dan pendataan tingkat kerusakannya. Selanjutnya, akan direncanakan pelaksanaan perbaikannya,” pungkas Nugroho. (noe/war)

Editor : Alfian Dani
#jembatan rusak #banjir rembang #bina marga #berita jateng