Program Tak Hanya Soal Kenyang, tapi Gizi, Ekonomi Lokal, dan Aspirasi Siswa
REMBANG – Senin (15/9/2025) menjadi hari bersejarah bagi siswa SMPN 5 Rembang. Untuk pertama kalinya mereka menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Suasana riuh sekaligus penuh tawa mengiringi pembagian kotak makan siang. Bahkan, sejumlah siswa menuliskan usulan menu unik: mi ayam dan es teh.
“Ada yang request mie ayam sama es teh. Dipadakke warung, haha,” ujar Wakil Bupati Rembang Muhammad Hanies Cholil Barro sembari tersenyum usai membaca catatan siswa.
Asupan Bergizi untuk Daya Tahan dan Konsentrasi Belajar
Tepat pukul 10.30 WIB, mobil box pengangkut MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mondoteko tiba di halaman sekolah.
Dari sana, ratusan kotak makan dibagikan ke 24 kelas dengan total 760 siswa.
Menu hari pertama berisi nasi, oseng buncis, ayam fillet, tempe, dan buah kelengkeng. Para siswa tampak lahap menyantapnya.
“Enak!” begitu jawaban serempak ketika ditanya pejabat yang hadir.
Menurut Kepala SMPN 5 Rembang Menik Mustikatun, pembagian makanan memang dijadwalkan siang hari.
“Pagi anak-anak sudah sarapan di rumah, istirahat pertama bisa jajan di kantin. Nah, siang MBG hadir untuk menambah energi di pelajaran ketujuh dan kedelapan,” jelasnya.
Pola ini diharapkan mampu meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus konsentrasi belajar siswa, sehingga kualitas pendidikan ikut terdongkrak.
Dorong Ekonomi Lokal, Petani dan UMKM Ikut Kebagian Rezeki
Program MBG bukan sekadar memberi makan gratis, tapi juga memutar roda ekonomi. Sayuran, lauk, hingga buah-buahan dipasok dari petani dan pelaku UMKM lokal.
Wabup Hanies menyebut, rantai distribusi MBG memberi manfaat ganda.
“Bukan hanya anak sekolah yang sehat, tapi petani, pedagang, dan pengusaha katering di Rembang juga terbantu. Ini ekosistem gotong royong,” ujarnya.
Dengan total 63 SPPG yang ditetapkan di Rembang, program ini diproyeksikan menyerap tenaga kerja sekaligus membuka peluang usaha baru di sektor pangan sehat.
Suara Siswa: Dari Lahap Menyantap hingga Kreatif Mengusulkan Menu
Kehadiran MBG juga menjadi momen kebersamaan. Siswa makan serempak di kelas masing-masing, ada yang lahap, ada pula yang iseng menuliskan ide menu favorit mereka.
“Pingin mie ayam sama es teh, biar kayak jajan di warung,” tulis seorang siswa dalam kertas kecil yang diberikan langsung kepada Wabup.
Walau usulan itu tak bisa langsung dipenuhi, pihak sekolah menilai catatan kecil itu sebagai tanda bahwa siswa merasa dilibatkan.
“Mereka antusias, dan itu penting. Anak-anak merasa diperhatikan,” kata Menik.
Harapan Besar untuk Generasi Sehat dan Cerdas
Hingga pertengahan September 2025, sudah ada 11 SPPG yang beroperasi dari total kuota 63 di Rembang. Targetnya, seluruh sekolah penerima MBG bisa berjalan efektif tahun ini.
Pejabat yang hadir, termasuk Ketua DPRD Rembang Abdul Rouf, Dandim 0720 Letkol ARM Winner Fradana Dieng, dan Kapolres AKBP Dhanang Bagus Anggoro, menegaskan komitmen untuk terus memantau kualitas program.
“Ini bukan hanya soal kenyang. MBG adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi cerdas, sehat, dan berdaya saing,” pungkas Wabup Hanies.(vah/ade)
Editor : Alfian Dani