Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

ASN PPPK Ditemukan Tewas di Pantai Tasikagung, Polisi Ungkap Dugaan Bunuh Diri

Alfian Dani • Kamis, 11 September 2025 | 02:36 WIB
SAMPAIKAN HASIL: Polres Rembang menggelar konfrensi pers terkait hasil autopsi jenazah ASN yang ditemukan meninggal di Pantai Tasikagung.(VACHRI RINALDY L/RADARPATI.ID)
SAMPAIKAN HASIL: Polres Rembang menggelar konfrensi pers terkait hasil autopsi jenazah ASN yang ditemukan meninggal di Pantai Tasikagung.(VACHRI RINALDY L/RADARPATI.ID)

REMBANG – Warga Rembang digegerkan dengan penemuan jenazah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tasikagung, Rembang.

Korban diketahui bernama JRD, seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Rembang.

Jenazah ditemukan mengapung di sekitar breakwater Tasikagung, tepatnya sebelah barat Taman Kartini, pada Senin (11/8) sekitar pukul 10.00 WIB.

Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam khaki ASN.

Hasil Autopsi: Tenggelam dan Luka Benturan

Jenazah langsung dibawa ke RS untuk diotopsi oleh tim Bidokkes Polda Jateng. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa korban meninggal karena tenggelam yang mengakibatkan mati lemas.

Namun, dokter juga menemukan adanya memar di kepala dan wajah, luka lecet di bahu, dada, hingga kaki, serta resapan darah di kulit kepala.

Polisi menduga luka tersebut terjadi akibat benturan dengan batu pemecah ombak di sekitar lokasi.

Dugaan Bunuh Diri

Wakapolres Rembang, Kompol M. Fadhlan, menyampaikan bahwa pihak kepolisian menduga kuat korban mengakhiri hidupnya sendiri.

Hal ini diperkuat dengan rekaman CCTV yang memperlihatkan korban berjalan seorang diri menuju kawasan pelabuhan.

Selain itu, polisi juga menemukan sejumlah postingan di akun TikTok milik korban yang berisi keluhan pribadi, termasuk soal kelelahan dan keresahan setelah melahirkan.

“Sepekan sebelum kejadian, korban sempat berkata kepada suaminya, ‘Opo aku tak mati ae ya.’ Namun suaminya berusaha memberi semangat dan pengertian,” terang Kompol Fadhlan.

Kondisi Psikologis Pasca Melahirkan

Menurut keterangan keluarga dan rekan kerja, korban dikenal sebagai pribadi yang baik dan pendiam.

Namun setelah kelahiran anak pertamanya pada April lalu, ia kerap terlihat murung dan kelelahan.

Bahkan, korban sempat mengeluhkan bahwa bayinya tidak mau menyusu (ASI), yang membuatnya semakin tertekan.

Rekan kerjanya juga beberapa kali melihat kondisi korban yang tampak keletihan.

Jenazah korban telah dimakamkan di kampung halamannya di Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati.

Catatan Penting: Waspada Depresi Pasca Melahirkan

Kasus ini menjadi pengingat penting tentang risiko depresi pasca melahirkan (postpartum depression) yang kerap tidak disadari.

Dukungan keluarga dan lingkungan sangat dibutuhkan agar kondisi psikologis ibu tetap stabil setelah menjalani masa persalinan.(ade)

Editor : Alfian Dani
#beritaviral #asn #rembang #Tasikagung