REMBANG - Para anggota BMT Harum mengadukan kesulitan menarik dana simpanan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang.
Selasa (24/6) Bupati Rembang Harno memfasilitasi audiensi antara pengurus dan para anggota.
Pemkab mendorong agar segera dilaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).
Sebelumnya, para anggota sudah menyuarakan masalah sulitnya penarikan simpanan.
Bahkan, beberapa kali, mereka pernah menggelar aksi untuk menyampaikan aspirasi.
Sumarlan, salah satu anggota BMT Harum berharap Bupati Rembang bisa menjembatani dan memberikan solusi yang terbaik. "Supaya segera terbantu terselesaikan," katanya.
Selasa (24/6) Pemkab Rembang memfasilitasi audiensi antara perwakilan anggota dan pengurus BMT Harum yang digelar di Ruang Rapat Bupati.
Audiensi dihadiri langsung Bupati Rembang Harno, perwakilan anggota BMT Harum, pengurus BMT Harum, serta perangkat daerah terkait.
Saat audiensi, perwakilan anggota berharap agar aset milik BMT Harum dapat dijual.
Selanjutnya, hasilnya bisa dibagikan kepada anggota.
Bupati Rembang Harno menilai, penyelesaian persoalan koperasi harus melalui mekanisme dan prosedur yang sesuai ketentuan.
"Pemerintah daerah mencatat dan memahami harapan para anggota. Namun, penyelesaian masalah ini tentu memerlukan proses dan tidak bisa dilakukan secara serta-merta. Kami harapkan semua pihak tetap mengedepankan musyawarah dan mengikuti prosedur hukum yang berlaku," katanya.
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Rembang Mahfud menegaskan, penjualan aset koperasi hanya dapat dilakukan melalui keputusan Rapat Anggota Tahunan (RAT).
Sementara ini, RAT belum terlaksana.
"Saat ini RAT belum terlaksana. Kami mendorong pengurus untuk segera melaksanakan RAT sesuai ketentuan agar langkah-langkah penyelesaian dapat diambil secara sah dan transparan," katanya. (vah/amr)
Editor : Syaiful Amri