REMBANG - Anggaran pembangunan gedung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rembang berpotensi mangkrak.
Anggaran yang tersedia belum mencukupi untuk memyelesaikan secara keseluruhan.
Pantauan Jawa Pos Radar Kudus, bentuk bangunan dari gedung tersenut sudah nampak.
Terlihat menjulang lima lantai.
Gedung ini rencananya akan digunakan untuk layanan jantung dan kemoterapi.
Anggota Komisi 4 DPRD Rembang Puji Santoso memyampaikan, beberapa waktu lalu pihaknya sudah berkomunikasi dengan RSUD.
Sebelumnya, pembangunan tersebut dianggarkan sekitar Rp 15 miliar.
Namun, saat ini dana teesebut tidak mencukupi untuk melanjutkan pembangunan.
Sehingga penampakan bangunan saat ini batu terlihat kontruksi gedung dan lantai.
"Tahun 2024 kemarin kan RSUD membangun gedung dengan biaya sekitar Rp 15 miliar. Tetapi belum selesai karena gedungnya besar," katanya.
Puji mengatakan, pembangunan tersebut masih memperlukan sentuhan finishing dan mengisi interior maupun peralatan medis lainnya agar bisa segera berfungsi.
Sehimgga diperlukan tambahan biaya.
Ia menilai, bangunan tersebut harus segeta dilanjutkan.
"Komisi 4 menilai bahwa bangunan itu apabila tidak dilanjutkan akan berpotensi mangkrak dan uang dikeluarkan menjadi sia-sia. Tinggal finishing membuat sekat ruangan dan pemasangan keramik serta untuk pembelian bad kasur untuk pasien dan interior serta isinya, biar segera berfungsi," ungkapnya.
Bupati Rembang Harno juga menyadari hal tersebut.
Menurutnya gedung di RSUD itu menjadi salah satu pembangunan yang dibutuhkan.
"Rembang itu banyak pembangunan yang sangat dibutuhkan tetapi belum terselesaikan. Contoh rumah sakit sudah membangun, tetapi tidak bisa selesai. Hal tersebut jika tidak diteruskan akan mangkrak," ungkapnya.
Saat ini, Bupati juga memiliki rencana mengajukan pinjaman daerah untuk percepatan pembanggunan. "Ada rencana memgajukan hutang juga tetapi untuk kebutuhan yang sangat penting," katanya. (vah)
Editor : Syaiful Amri