Seluruh madrasah di Kota Santri menyatakan dukungan penuh terhadap program yang mengintegrasikan kepedulian lingkungan dengan nilai-nilai keagamaan ini.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang, Moh Mukson, mengatakan bahwa sosialisasi kepada seluruh madrasah telah dilakukan.
Program MELATI akan berfokus pada tiga hal utama, yaitu pengelolaan sampah, pelestarian lingkungan, dan penanaman pohon di masyarakat.
“Pada saat peluncuran nanti, kami akan mengadakan aksi penanaman pohon secara serentak di seluruh Kabupaten Rembang. Jumlahnya bisa mencapai 30.000 hingga 50.000 pohon,” ungkap Mukson.
Rencananya, acara peluncuran akan dipusatkan di MTs Sumber.
Sementara itu, penanaman pohon akan dilakukan oleh madrasah masing-masing, baik di lingkungan sekolah maupun bekerja sama dengan masyarakat setempat. Lokasi penanaman disesuaikan dengan kondisi, bisa di lahan kritis atau lokasi lain yang membutuhkan penghijauan.
“Sebelum peluncuran, kami sudah mengumpulkan data. Setiap madrasah sudah melaporkan lokasi dan jumlah pohon yang akan ditanam,” tambah Mukson.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa terdapat sekitar 30.000 siswa dari tingkat Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Rembang.
Jika setiap siswa menanam satu pohon, maka akan ada 30.000 pohon baru yang tumbuh.
Jika program ini berkelanjutan, akan memberikan dampak besar terhadap kelestarian alam di wilayah tersebut.
“Kami ingin menghadirkan program yang menyatukan ilmu ekologi dan teologi. Bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah. Menanam pohon dan mengelola sampah dengan baik merupakan bentuk pengabdian kepada Tuhan,” jelasnya.
Mukson juga menegaskan bahwa menanam pohon merupakan bentuk sedekah yang hasilnya akan dinikmati oleh generasi mendatang.
“Karena menanam pohon sama saja dengan menanam pabrik oksigen untuk masa depan,” pungkasnya. (noe/amr)
Editor : Syaiful Amri