REMBANG, Radar Pati - PASANGAN suami-istri (pasutri) Eko Beni Mohyanto dan Yayuk Watingsih serta putrinya, Aska Rafana Putri dimakamkan menjadi satu di pemakaman umum Dukuh Balong Kulon, Desa Kumendung, Rembang.
Sementara itu, putri pertama Assyfa Putri Cahyani, kelas VII SMPN 3 Rembang kini, menjadi yatim piatu.
Korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di depan SMKN 2 Rembang itu, diantar menggunakan tiga ambulans menuju rumah duka di Dukuh Balong Kulon, Desa, Kumendung.
Tiba dirumah pukul 15.40. Isak tangis menyelimuti keluarga, kerabat, hingga tetangga sekitar.
Di rumah duka dipenuhi pelayat sejak sekitar pukul 12.00, usai ada diberi laka lantas itu dari pemerintah desa.
Tampak hadir sore kemarin saat pemakaman, ada eks Kepala SMKN 2 Rembang Gatot Raharjo, Ketua Komite SMKN 2 Rembang Singgih, kepala SMKN 2 Rembang, para guru dan tenaga kependidikan beserta keluarga.
Di samping itu, beberapa rekan korban laki-laki yang kebetulan aktif anggota pencak silat PSHT juga hadir.
Setelah itu, ketiga jenazah dibawa ke dalam rumah dari ambulans.
Kemudian pukul 16.30 diberangkatkan menuju pemakaman umum desa setempat.
Para pelayat memberikan penghormatan terakhir hingga pukul 17.15 saat pemakaman selesai.
Faizin, salah satu karyawan SMKN 2 Rembang menyampaikan, tidak ada firasat sebelum ditinggalkan almarhum Eko.
Sementara itu, sks Kepala SMKN 2 Rembang Gatot Raharjo mengenang sosok Eko merupakan karyawan yang penurut dan pekerja keras.
Apa yang diperintahkan atasan bisa dilaksanakan dengan baik. Baik pekerjaan sekolah maupun luar sekolah.
”Kebetulan korban juga punya persewaan sound system dan tratak. Jika ada teman- teman SMKN 2 Rembang memerlukan, dia bisa langsung membantu,” katanya.
Dia bersaksi, almarhum orang baik. Kali pertama bertemu dengan korban, saat SMKN 2 Rembang memerlukan tenaga kebersihan. Korban mulai kerja di sekolah itu, sekitar 2015 lalu.
”Orangnya bertanggung jawab atas pekerjaannya,” kenangnya.
Hal serupa disampaikan Karyo, guru SMKN 2 Rembang. Dia tidak mempunyai firasat apapun sebelum kejadian.
Terakhir bertemu dengan korban saat halalbihalal di sekolah. Korban pun sempat bersendau gurau tentang dunia sound system dengannya.
”Pak Eko (korban) lebih banyak diem. Tidak seperti biasanya. Saya tidak menyangka beliau berpulang secepat ini. Kami tidak ketemu selama libur sekolah mulai 27 Maret lalu. Kebetulan tadi (kemarin, Red) ada halalbihalal sebelum masuk sekolah,” ungkapnya. (noe/lin)
Editor : Abdul Rochim