Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Rembang : Diikuti Hingga 2.382 Siswa, Tapi Molor 1,5 Jam, dan Tidak Dilengkapi Sendok serta Garpu

Wisnu Aji • Kamis, 20 Februari 2025 | 03:49 WIB

ANTUSIAS: Anak-anak SDN 1 Soditan, Lasem menyantap MBG. Satu sisi suasana anak-anak SMPN 1 Sluke membantu droping MBG.
ANTUSIAS: Anak-anak SDN 1 Soditan, Lasem menyantap MBG. Satu sisi suasana anak-anak SMPN 1 Sluke membantu droping MBG.

REMBANG, RadarPati.id – Serba-serbi mewarnai penyaluran program makan bergizi gratis (MBG) perdana di Kabupaten Rembang.

Program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan asupan gizi bagi para siswa, namun pelaksanaannya masih menemui beberapa kendala yang perlu diperbaiki di masa mendatang.

Salah satu kendala utama adalah keterlambatan distribusi makanan hingga 1,5 jam.

Selain itu, suplai makanan tidak dilengkapi dengan sendok ataupun garpu, bahkan tidak tersedia air minum untuk siswa.

Kondisi ini cukup menyulitkan bagi sebagian siswa yang tidak membawa perlengkapan makan dari rumah.

Jadwal pelaksanaan juga cukup mepet dengan kebiasaan sarapan pagi siswa di rumah, sehingga beberapa anak mengalami kebingungan dalam mengatur waktu makan mereka.

Hal ini menjadi perhatian bagi pihak sekolah dan penyelenggara untuk evaluasi ke depan.

Uji coba MBG baru berjalan di sejumlah sekolah di Kecamatan Lasem dan Sluke.

Jawa Pos Radar Kudus melakukan pemantauan langsung di SMPN 1 Sluke dan SDN 1 Soditan, Lasem. Di SDN 1 Soditan, distribusi MBG dimulai pada pukul 09.00 pagi.

Para siswa SD tampak antusias mengikuti program ini.

Mereka berbaris dengan tertib, mencuci tangan terlebih dahulu, kemudian mulai menyantap makanan yang telah disediakan.

Meski demikian, keterbatasan alat makan tetap menjadi kendala dalam pelaksanaan program ini.

Menu yang disajikan kepada siswa terdiri dari nasi putih, jeruk, ayam, tempe, dan tumisan wortel.

Untuk minuman, siswa menerima susu murni dalam kemasan kotak putih.

Dengan komposisi ini, diharapkan kebutuhan gizi harian anak-anak dapat terpenuhi dengan baik.

Makanan di SDN 1 Soditan disuplai dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mitra Mandiri yang dikelola oleh Pondok Pesantren Raudlatul Tholabah H. Muntari, Desa Sumbergirang, Kecamatan Lasem.

Penyediaan makanan ini juga mencakup beberapa sekolah lainnya di wilayah sekitar dengan total penerima sebanyak 897 siswa.

Beberapa sekolah yang turut menerima suplai makanan dari SPPG Sumbergirang antara lain SD Aisyiyah Multi Lingual, SMP Muhammadiyah Lasem, SMK Muhammadiyah Lasem, Madrasah Ibtidaiyah Ash-Sholatiyah, SDN Soditan, dan SDN Ngemplak.

Dengan adanya program ini, diharapkan anak-anak mendapatkan makanan bergizi secara rutin setiap harinya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Sutrisno, didampingi Kabid Pembinaan SD, Kapti Prastiyo, turut memantau pelaksanaan uji coba MBG di Kabupaten Rembang.

Mereka memastikan bahwa program ini berjalan dengan baik meskipun ada beberapa kendala teknis yang perlu diperbaiki.

“Kita lihat anak-anak makan dengan lahap. Menu yang disajikan sudah cukup baik. Semoga ke depan program ini semakin lancar dan dapat meningkatkan gizi anak-anak secara optimal,” harap Sutrisno.

Pemberian MBG dilakukan setiap hari selama lima hari dalam sepekan.

Proses distribusi dilakukan dari dapur penyedia makanan, kemudian diantarkan ke sekolah-sekolah sebelum akhirnya diberikan kepada siswa.

Waktu makan disesuaikan dengan kebijakan kurikulum masing-masing sekolah.

Salah satu siswa kelas 2 SDN Soditan, Muhammad Ahsan, mengaku senang mendapatkan makanan bergizi dari pemerintah.

Dengan lahap, ia menghabiskan seluruh makanan yang disajikan.

“Menunya ada sayuran, lauk pauk, dan buah serta susu. Saya habiskan semua bersama teman-teman,” ungkapnya dengan semangat.

Kepala Sekolah SDN 1 Soditan, Lasem, mengaku pihaknya menerima MBG untuk 358 siswa dari kelas I hingga VI.

Menurutnya, anak-anak terlihat senang karena makanan yang disediakan cukup enak dan porsinya sesuai untuk mereka.

“Hanya saja waktunya kurang pas karena kami sudah memiliki pembiasaan makan pagi bersama menggunakan rantang atau bekal dari rumah. Biasanya, sarapan pagi dilakukan pukul 07.00 hingga 07.35. Ketika MBG datang pukul 08.30 atau saat jam istirahat, anak-anak jadi bingung apakah harus sarapan di sekolah atau di rumah dulu,” ujarnya.

Berikut daftar sekolah yang mendapatkan suplai MBG dari SPPG Sumbergirang – Lasem dengan total 897 siswa:
- SD Aisyiyah Multi Lingual Lasem: 29 siswa
- SMP Muhammadiyah Lasem: 22 siswa
- SMK Muhammadiyah Lasem: 61 siswa
- Madrasah Ibtidaiyah Ash-Sholatiyah: 164 siswa
- SDN 1 Sumbergirang: 175 siswa
- SDN Soditan: 358 siswa
- SDN Ngemplak: 88 siswa

Pihak sekolah memberikan masukan agar kebiasaan makan pagi tetap dijaga, tetapi diganti dengan makanan dari program MBG agar lebih efektif.

Sementara itu, di SMPN 1 Sluke, antusiasme siswa terhadap MBG sangat tinggi. Mereka bahkan meneriakkan yel-yel sambil menyebut nama Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Terima kasih Pak Prabowo,” seru anak-anak dengan semangat.

Berikut daftar sekolah yang mendapatkan suplai MBG dari SPPG Pangkalan – Sluke dengan total 1.485 siswa:
- MTS Masda Sluke: 368 siswa
- SMPN 1 Sluke: 437 siswa
- SDN Sluke: 190 siswa
- SDN Trahan: 131 siswa
- SDN Jatisari: 165 siswa
- SDN Pangkalan: 115 siswa
- MI Al Falah Dukuan: 78 siswa

Di SMPN 1 Sluke, distribusi MBG mengalami keterlambatan beberapa jam karena kendala teknis.

Seharusnya makanan mulai dibagikan pukul 09.00 pagi, namun kendaraan yang mengangkut makanan baru tiba di sekolah pukul 10.17.

Baca Juga: Petani Pundenrejo Pati Berharap pada Bupati Sudewo, Ini Alasan di Baliknya

Setelah tiba, makanan langsung dibawa ke aula untuk dibagikan kepada siswa.

Distribusi di sekolah ini disuplai oleh SPPG Mitra Mandiri milik Yayasan Manbaul Hikam H. Taslim, Desa Pangkalan, Kecamatan Sluke.

Siswa kelas VII B, Anang, merasa sangat senang dengan program MBG ini.

Kebetulan ia belum sempat sarapan di rumah, sehingga makanan yang disediakan sangat membantunya mengisi tenaga.

“Senang ada program MBG. Tapi tadi ada yang lupa bawa sendok dan garpu. Sebagian juga tidak membawa air minum dari rumah,” ungkapnya.

Kabid Pembinaan SMP, Isti Choma Wati, menilai bahwa secara umum program MBG sangat bermanfaat bagi para siswa.

Namun, ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki agar pelaksanaannya lebih optimal.

“Mungkin ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Pertama, karena makanan yang disediakan belum termasuk air minum, maka bisa diinformasikan kepada sekolah atau orang tua agar siswa membawa wadah minum sendiri,” usulnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pemberitahuan terkait alat makan seperti sendok dan garpu, agar siswa dapat membawa perlengkapan sendiri dari rumah.

Terakhir, ia menggarisbawahi perlunya penyesuaian jadwal agar distribusi MBG tidak mengganggu rutinitas sekolah.

“Alhamdulillah, tidak ada kendala berarti. Jadwal pembelajaran masih bisa diatur agar semuanya berjalan lancar,” pungkasnya. (noe/amr)

Editor : Syaiful Amri
#Makan Bergizi Gratis #Mbg #rembang #Pemkab Rembang #Presiden Prabowo #SPPG