REMBANG, RadarPati.id – Akhir bulan januari 2025, 5 kecelakaan menonjol terjadi di Rembang, 6 korban meninggal di jalan pantura dan nasional
Dalam dua hari setelah libur Isra Miraj dan Imlek, 5 kecelakaan lalu lintas terjadi di Kabupaten Rembang, menyebabkan 6 orang meninggal dunia di jalan pantura dan nasional.
Salah satu korban adalah anak berusia 9 tahun. Saat ini, kendaraan yang terlibat telah diamankan di kantor Satlantas Polres Rembang untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kasatlantas Polres Rembang AKP Sugito, melalui Kepala Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Ipda Rahmat Hersa Widiatmoko, merinci kejadian kecelakaan yang menonjol dalam sepekan terakhir.
Kecelakaan terjadi di beberapa titik, yaitu:
- Kaliori: 1 kejadian, 1 korban meninggal.
- Pertigaan Clangapan, Tireman, Rembang: 1 kejadian, korban terlindas truk, meninggal dunia.
- Pentungan, Rembang: 1 kejadian pada Jumat sore (31/1) sekitar pukul 16.20, korban anak berusia 9 tahun meninggal.
- Desa Bulu, Mantingan: 1 kejadian, 2 korban meninggal, pasangan suami istri.
Ipda Hersa menjelaskan bahwa kecelakaan banyak terjadi pada hari Kamis dan Jumat setelah libur panjang, kemungkinan karena meningkatnya mobilitas masyarakat yang bepergian.
"Kemungkinan banyak masyarakat melaksanakan liburan, sehingga kapasitas kendaraan meningkat. Ditambah lagi dengan cuaca musim hujan yang menyebabkan minimnya penglihatan pengendara, serta kurangnya penerangan jalan," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (3/2).
Sejumlah kecelakaan disebabkan oleh faktor kelalaian pengemudi, seperti mengantuk saat berkendara di dini hari atau subuh.
Di Kecamatan Bulu, misalnya, terjadi kecelakaan tunggal akibat pengemudi yang diduga mengantuk, sehingga kendaraan bersenggolan dengan lawan dan menyebabkan korban meninggal.
Di Mantingan, kecelakaan yang menewaskan pasangan suami istri juga disebabkan oleh sopir yang mengantuk di tikungan.
"Saat di tikungan, sopir mengantuk. Harusnya belok, tapi tetap lurus, sehingga masuk ke jalur lain dan menabrak korban," jelas Hersa.
Baca Juga: Momen Warga Tangerang Semprot Menteri Bahlil Imbas Kelangkaan LPG 3 Kilogram, Begini Reaksinya
Akibatnya, korban mengalami luka parah dan sempat tergencet pembatas jalan. "Korban mengalami robek di bagian pinggul dan kepala dengan kondisi tidak beraturan," imbuhnya.
Sementara itu, di Clangapan terjadi kecelakaan antara truk tronton boks dan sepeda motor. Masyarakat setempat mengeluhkan sistem lampu merah di lokasi tersebut.
"Bagi warga Rembang sudah biasa memahami sistem lampu lalu lintas ini, tapi bagi pengemudi luar kota, seperti sopir truk yang baru pertama kali melewati jalur ini, bisa salah persepsi," terang Hersa.
Akibatnya, sopir truk yang mengira jalur hijau tetap aman, malah menabrak sepeda motor yang hendak melintas.
Kecelakaan di Pentungan terjadi akibat kondisi jalan yang rusak di persimpangan.Beberapa truk mengambil jalur kiri, yang seharusnya untuk kendaraan kecil, karena jalur kanan berlubang.
"Kelalaian sopir menyebabkan blind spot atau titik buta di sisi kiri, sehingga menyenggol pengendara motor. Ibunya selamat, tapi anaknya jatuh ke lintasan ban dan meninggal di tempat," jelasnya.
Sopir truk sempat melanjutkan perjalanan tanpa berhenti, sehingga dicurigai melakukan tabrak lari. Namun, saat dihentikan di daerah Kaliori-Batangan dalam waktu 30 menit setelah kejadian, sopir mengaku tidak menyadari telah menabrak seseorang.
"Saat diperiksa, ditemukan bercak darah di ban kiri truk. Setelah dikonfirmasi dengan saksi dan olah TKP, akhirnya sopir menyadari kesalahannya," kata Hersa.
Di Kaliori, kecelakaan terjadi tanpa banyak saksi atau rekaman CCTV.
Seorang supervisor pabrik semen asal Pati ditemukan tewas dengan sepeda motornya dalam kondisi ringsek.
"Laporan dari masyarakat menunjukkan korban ditemukan tergeletak dengan genangan darah di lokasi kejadian. Kecelakaan terjadi usai subuh, sekitar 300 meter timur Polsek Kaliori," pungkasnya. (noe/amr)
Editor : Syaiful Amri