Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Angin Kencang Terjang Jateng Selama 3 Hari, Pohon Bertumbangan di Rembang dan Satu Warga Dilarikan ke RS

Syaiful Amri • Selasa, 4 Februari 2025 | 18:50 WIB
GERCEP: Petugas DLH gercep melakukan pemangkasan pohon tumbang di jalan nasional usai terkena angin kencang Sabtu lalu (1/2).
GERCEP: Petugas DLH gercep melakukan pemangkasan pohon tumbang di jalan nasional usai terkena angin kencang Sabtu lalu (1/2).

REMBANG, RadarPati.id – Potensi peningkatan kecepatan angin mengintai wilayah Jawa Tengah selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Februari 2025.

Kondisi ini berdampak pada Kabupaten Rembang, di mana angin kencang menyebabkan pohon peneduh di pinggir jalan nasional dan kabupaten tumbang. Beberapa tiang listrik juga patah, dan seorang warga di Gegersimo, Pamotan, sempat dilarikan ke rumah sakit setelah tertimpa pohon.

Kepala Pelaksana BPBD Rembang, Sri Jarwanti, menyampaikan informasi ini berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang.

Analisis pola angin gradien 3000 feet menunjukkan adanya bibit siklon tropis 99S di Samudera Hindia Selatan Jawa dan bibit siklon tropis 96P di Laut Karang Australia. Interaksi kedua bibit siklon ini berpotensi meningkatkan kecepatan angin di wilayah Jawa Tengah.

“Sudah ada imbauan mengenai angin kencang pada tanggal 1–3 Februari. Masyarakat perlu berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah dan tidak berteduh di bawah pohon,” ujar Sri Jarwanti saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus.

Meskipun curah hujan di Kabupaten Rembang lebih rendah dibandingkan daerah lain, BMKG memprediksi puncak musim hujan terjadi pada Februari 2025.

Sabtu pagi (1/2), angin kencang melanda hampir seluruh wilayah Rembang, menyebabkan pohon tumbang di berbagai lokasi, seperti jalan nasional daerah Mbesi, Kaliombo, Sulang, serta beberapa desa lainnya.

Sri Jarwanti menyebutkan bahwa semua kejadian pohon tumbang dapat diatasi berkat kerja sama berbagai pihak. BPBD Rembang terus melakukan patroli dan pengecekan di lapangan.

 

Meskipun kejadian terjadi secara bersamaan dan jumlah petugas terbatas, peran serta masyarakat dalam penanganan kejadian ini cukup besar.

DLH sendiri menangani empat titik utama, sementara beberapa titik lainnya berhasil ditangani secara swadaya oleh masyarakat setempat.

Photo
Photo

“Beberapa kepala desa menghubungi DLH, dan kami mendorong mereka untuk menangani secara mandiri jika memungkinkan, terutama jika pohon tumbang menutup ruas jalan,” tambahnya.

Dengan situasi cuaca yang masih berpotensi ekstrem, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam beraktivitas di luar rumah guna menghindari risiko akibat angin kencang dan hujan deras. (noe/amr)

Editor : Syaiful Amri
#dlh rembang #jawa tengah #bmkg #Pohon Peneduh #pohon tumbang #pamotan rembang #Tiang Listrik Patah #angin kencang