REMBANG, RADARPATI.ID – Nasib terminal tipe B Lasem setelah diserahkan Provinsi Jateng masih belum ditindaklanjuti dengan penataan.
Padahal sesuai rencana, terminal ini akan selain untuk mengangkut penumpang juga bakal dijadikan sebagai pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Belakangan ini akibat diguyur hujan deras, terminal tampak tergenang air.
Kepala Dinas Perhubungan Rembang, Drupodo mengakui status penyerahan aset hingga saat ini masih berproses.
Pihaknya juga sudah secara resmi bersurat ke Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) soal serah terima aset.
”Sudah kita serahkan tapi hingga sekarang belum ada rapat lanjutan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Pati.
Menurutnya hingga saat ini status terminal tipe B Lasem masih proses balik nama. Sebab tanah pasar lasem jadi satu sertifikat.
“Jadi harus dipecah dahulu sertifikat. Sebelum resmi diserahkan ke Pemprov,” ujarnya.
Sebelumnya proses pengalihan aset terminal mengemuka akhir tahun 2023 lalu.
Saat ini informasinya tinggal pembahasan dari BPPKAD dan Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Sementara Dishub kapasitas hanya sebatas mendorong penyerahan aset.
“Dishub Rembang sudah menyerahkan bidang aset. Proses tinggal ditangan BPPKAD dan BPN setempat,” ujarnya.
Baca Juga: Sepi Peminat, PKL Enggan Tempati Pertokoan Pamotan
Drupodo mengakui saat rapat bersama provinsi akan menyampaikan gambaran nanti dibangun terminal lebih bagus untuk menunjang Kota Pusaka Lasem.
Dibuatkan ruko setelah timur. Untuk status tanah pasar tidak perlu khawatir masih dipertahankan.
”Jadi aset untuk terminal ada di Dinas Perhubungan. Aset pasar di Dinas Perdagangan dan Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah,” terangnya. (noe/amr/izza)
Editor : Syaiful Amri