REMBANG, RADARPATI.ID– Kawasan pertokoan dan kuliner Pamotan hingga kemarin kondisinya masih sepi.
Kawasan ini sempat ditawarkan jadi alternative para pedagang di Jalan Lasem- Jatirogo yang lapaknya dibongkar, namun hingga kemarin sama sekali tak ada yang mendaftar.
Sebelumnya akhir bulan Agustus 2024, 68 bangunan di sempadan jalan Provinsi Lasem Jatirogo ditertibkan.
Pemerintah mencarikan lokasi tempat jualan baru di tanah milik desa Pamotan dan ruko selatan masjid Pamotan.
Kepala Bidang Pasar dan PKL Dinas Perdagangan dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dindagkop dan UKM) Rembang Heri Martono mengakui hingga sekarang belum ada PKL mendaftar atau menghubungi untuk minta tempat di lokasi kawasan pertokoan.
”Sampai sekarang belum ada yang mendaftar atau menghubungi kami. Apa mungkin sudah dicukupi Pemdes setempat juga kurang tahu. Belum ada informasi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Pati
Menurut Heri beberapa waktu lalu pernah bertemu Kades Pamotan saat rapat di Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Namun tidak obrolan ke arah sana. Ia meyakini PKL biasanya pindah dan usaha cari lokasi yang enak.
“Ada mitos atau sugesti demikian. Ketika semacam itu kami tidak bisa berbuat lebih,” ujarnya.
Sementara soal sepinya kondisi kawasan ruko. Diakui ada beberapa bangunan ada yang tidak difungsikan.
“Kami evaluasi dan akan kami cek dokumen historinya terlebih dahulu berdasarkan nama dan berdasarkan alamat penyewa,” ujarnya.
Namun berdasarkan pengecekan di lokasi ruko diketahui banyak yang isi, tapi tidak kelihatan keluar.
Baca Juga: Plafon Ambruk, Dinding SDN 1 Pamotan Retak, Siswa Terpaksa Digabung
Sementara yang lain berjualan tapi tidak sampai full seharian.
”Memang ada beberapa yang tutup. Ada yang dipakai gudang dan sebagainya. Kami akan di kroscek pembayaran dan sebagainya. Masih di lidik hingga sekarang,” katanya. (noe/amr/cori)