REMBANG, RADARPATI.ID – Fenomena Anak Tidak Sekolah (ATS) di Rembang diramu menjadi sebuah film.
Kemarin, karya bertajuk "Tanah Tandus" itu diluncurkan.
Film yang disutradarai Abe Sampoerna ini dimulai dengan proses riset dalam waktu sekitar satu tahun terhadap fenomena ATS di Rembang.
Tim kru film menilai, penyebab anak tidak sekolah di Rembang seakan-akan disebabkan karena ketidak pedulian terhadap pendidikan.
Bahkan dari orang-orang terdekat.
Dalam film pendek ini juga menceritakan tentang kondisi tersebuT.
Seorang anak bernama Mira yang baru saja lulus SMP dan ingin melanjutkan ke jenjang SMA.
Namun, tidak mendapat dukungan dari orangtuanya.
Nama Tanah Tandus diambil sebagai representasi dari kondisi sekitar yang tidak mendukung pendidikan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Dinkominfo) Rembang Gantiarto menyampaikan selain sebagai hiburan, film juga bisa menjadi sarana edukasi.
Melalui film pendek, diharapkan bisa menjadi persuasi untuk masyarakat yang lebih baik.
Film Tanah Tandus ini mengangkat topik tentang ATS.
Hal ini selaras dengan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang yang terus gencar menggerakkan Gerakan Ayo Sekolah Pol 12 Tahun (Gas Pol) 12 untuk mengembalikan anak usia sekolah.
Dalam kurun 2021-2023, kata dia, tercatat ada 1.655 ATS.
Dari jumlah tersbeut baru 405 anak yang kembali ke selkolah.
Sehingga diperlukan komitmen dari segala pihak untuk mengatasi hal ini.
Ia berharap, pemutaran film tanah tandus diharapkan bisa memberikan pesan efektif untuk pengentasan ATS di Rembang.
"Harapannya seluruh anak putus sekolah dapat mengenyam kembali pendidikan hingga tuntas," ungkapnya.
Melalui film, lanjut Gantiarto, juga diharapkan bisa memberikan pengetahuan hingga perilaku. "Membentuk pemahaman kami tentang masalah sosial," katanya. (vah/him/amr/izza)
Editor : Syaiful Amri