Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Unit Bank Sampah Terus Bertambah, Desa Pasar Banggi Rembang Jadi Pilot Project

Wisnu Aji • Sabtu, 7 September 2024 | 02:38 WIB
TIMBANG PERDANA: Pengurus bank sampah Barokah di desa Pasar Banggi Rembang menimbang perdana. DLH RBG UNTUK RADARPATI.ID
TIMBANG PERDANA: Pengurus bank sampah Barokah di desa Pasar Banggi Rembang menimbang perdana. DLH RBG UNTUK RADARPATI.ID

KOTA, RADARPATI.ID – Keberadaan bank sampah terus alami peningkatan.

Saat ini sudah ada 108 unit bank sampah di desa-desa tersebar di Kabupaten Rembang.

Cuma yang benar-benar aktif diprosentase tidak sampai 50 persen.

Akomodir estimasi 365 kilo/hari sampah.

Data yang di himpun RADARPATI.ID lewat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setiap tahun ada peningkatan.

Dari tahun 2022 hanya 100 unit bank sampah.

Tahun 2023 menambah 8 unit bank sampah baru.

Beberapa bulan terakhir dinas turun ke lapangan.

Monitor di 14 kecamatan sekaligus mendata yang benar jalan dan aktif.

Kepala DLH Rembang, Ika Himawan Afandi melalui Sub Koordinator Pengelolaan Sampah, Aditia Diyah Suryanti membenarkan pihaknya belum lama ini turun ke 14 kecamatan mengecek bank sampah.

Untuk melihat perkembangan bank sampah di desa-desa.

Baca Juga: Dinkominfo Gandeng Beberapa Stakeholder Gelar Lomba Cipta Lagu Hymne Kabupaten Blora, Begini Alasannya

”Ada 108 unit bank sampah. Cuma yang benar aktif tidak sampai separo. Kendala rata-rata tidak punya tempat atau gudang, pergantian kepala desa, pengurus diganti,” evaluasinya saat ditemui RADARPATI.ID di ruang kerjanya.

Rembang ada bank sampah yang dijadikan pilot project.

Lokasinya di desa Pasar Banggi, Rembang.

Kebetulan tahun ini dapat bantuan gedung sentra kelola sampah dari Kementrian Kelautan dan Perikanan.

Digunakan menyimpan sampah layak jual.

”Kebetulan disana sudah ada bank sampah. Namanya bank sampah Barokah. Pengurusnya aktif. Dapat program bantuan bangunan sentra kelola sampah,”terangnya.

Dari Pegadaian sosialisasi ke desa Pasar Banggi.

Punya program mengemaskan Indonesia.

Nabung sampah bisa jadi emas.

Dengan cara sampah di konversi gramasi emas.

DLH Rembang terus konsen pengurangan sampah.

Salah satu caranya lewat optimalkan bank sampah.

Baca Juga: Bupati Laporkan Raperda APBD Grobogan Tahun 2025, Begini Penjelasannya

Dimulai pemilahan sampah rumah tangga.

Lalu dipisahkan antara organik dan anorganik (layak jual yang disetor bank sampah).

”Untuk yang dibuang ke TPA atau kontainer sampah yang tidak punya nilai atau sudah tidak bisa dimanfaatkan atau sampah residu. Jadi memilah sampah dari sumbernya. Tentunya yang bersih dan kering,” imbuhnya.

Aditia tambahkan sampah layak jual contoh kemasan botol PET (Polyethylene Terephthalate).

Kemudian kertas, kardus, koran.

Itu bisa disetorkan bank sampah dan memang punya nilai jual.

Biasanya bank sampah di setor pengepul besar.

Lalu industri kembali dilakukan daur ulang.

Bentuknya macam-macam seperti ember, pot. Untuk botol-botol air mineral dikenalnya menjadi biji plastik. (noe)

Editor : Abdul Rochim
#sampah jadi emas #rembang #DLH #pilot project #anorganik #tpa #bank sampah