REMBANG, RADARPATI.ID - PT Amir Hajar Kilsi (AHK) sudah mendapatkan surat persetujuan dari Kementerian Perhubungan Laut untuk membangun fasilitas umum (fasum) di Pelabuhan Sluke.
Pada tahap awal ini, perusahaan asli Rembang ini bakal membangun akses menuju dermaga lengkap dengan pemasangan lampu penerangan jalan.
Upaya ini dilakukan atas kerja sama dengan pemerintah daerah dan pusat. Tujuannya untuk memajukan Kabupaten Rembang dan mendongkrak ekonomi.
Dalam rangka menunjang pembangunan pelabuhan Sluke diperlukan investor untuk bekerjasama.
Rencana pembangunan fasilitas umum di tanah reklamasi seluas 103.010 m2 dan 80.900 m2. “Dasar pembangunan fasum di Pelabuhan Sluke. PT Amir Hajar Kilsi selaku investor.
Berdasarkan surat Kemenhub nomor: AL.303/34/17/DJPL/2024 tanggal 13 Agustus 2024,” ungkap Kuasa Hukum PT AHK, Saleh Balfas dan R. Eddy Haryanto kemarin.
Eddy menyebutkan jika PT AHK telah melakukan pekerjaan reklamasi di Pelabuhan Sluke dengan tujuan untuk menunjang perekonomian di Kabupaten (Pemkab) Rembang.
Saat ini PT AHK sedang berproses mendapatkan legalitas hak guna bangunan (HGB).
Menurut Eddy, PT AHK sebagai investor yang melakukan reklamasi di pelabuhan Sluke ingin berkontribusi dengan Pemkab Rembang agar semakin maju.
“Sesuai Slogan Rembang Bangkit, semoga benar-benar bangkit untuk Perekonomian masyarakat Rembang,” ujarnya.
Ia berkeyakinan dengan adanya reklamasi dan proses legalitas sampai diterbitkan HPL atas nama Pemerintah Republik Indonesia c.q Kementerian Perhubungan mendapat dukungan, dari Badan Pertanahan Negara (BPN) Rembang dan Kantor Unit Pelayanan Pelabuhan (KUPP) kelas III Rembang dan PT RBSJ selaku BUMD Pemkab.
“Untuk fasum yang dikerjakan oleh PT AHK dengan luasan total sekitar 18 hektare. Untuk fasum yang telah disetujui oleh Kemenhub yang akan dibangun. Tepatnya bagian barat dengan luasnya 10 ha sekian dan timur dengan luasnya 8 ha sekian,” tambahnya.
Ia menambahkan untuk tahap awal akan dibangun pembangunan jalan dan penerangan. Itu dilakukan untuk menunjang aktivitas pelabuhan.
Sebab terkadang loading atau proses bongkar muat barang ke dalam kapal dikerjakan saat malam hari.
“Tentu nanti akan terlihat pelabuhan secara standar sesuai RIP (rencana induk pelabuhan).Kita fasilitasi jalan dan penerangan jalan. Di tahap awal.
Setelah itu pembangunan seperti gudang. Ke depannya kita juga akan ke arah dermaga,” imbuhnya. (noe/ali)
Editor : Alfian Dani